Tampilkan postingan dengan label Angkatan Fase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Angkatan Fase. Tampilkan semua postingan

Sejati

Kemarin, kini dan esok, manusia sejati berusaha ingin di akui oleh lingkungannya. Dari apa yang ia dapat, besar kecil, baik buruk, benar salah, berharga atau tidak, sengaja atau tanpa disadari, pasti ada yang ia berikan dan bagikan kepada keluarga dan sahabatnya. Tanpa disadari ia sedang mencari apresiasi atas dirinya. Mencari eksistensi tanpa batas pasti. Bayangkan ada berapa miliar manusia di bumi yang sama-sama mencari eksistensi. Saat itulah terjadilah benturan antar kepentingan masing-masing, disinilah mulai terjadi persaingan antar manusia. Di setiap sudut kehidupan pasti ada persaingan. Tak jarang persaingan tersebut bergesekan dan terjadilah konflik. Entah itu konfik batin atau bahkan konflik lahiriah.

Hingga diperoleh insan-insan manusia yang terpilih sebagai manusia yang lolos dari seleksi alam raya ini. Seleksi yang ia dan kita lewati saat ini. Inilah sebuah proses panjang sebuah capaian. Proses yang selalu diakhiri dengan ujian yang terasa sulit. Ujian bisa datang dari sang pencipta langsung seperti bencana misalnya atau bisa saja diwakili manusia lain dengan membuat masalah-masalah sehingga kita harus menyelesaikannya, dengan batasan waktu. Lagi-lagi ia lulus, tapi entah dengan manusia-manusia yang lainnya. Proses ini merupakan salah satu titik saja dari garis panjang rangkaian proses dalam hidup manusia. Rangkaian proses yang bertingkat-tingkat tanpa puncak.

Pastilah terasa berat untuk dilewati, apa lagi ujung perjalanan ini adalah kematian yang tidak ada jawabannya kapan. Berat, terjal, banyak air mata dan penuh keringat bahkan sempat terjatuh dan terluka untuk berjalan di atas garis perjalanan manusia. Bila dilihat dari jauh sebuah trek yang ia lewati, ternyata ia sedang menanjak. Menanjak menuju titik kesuksesan. Dan ia berhasil mencapainya, tentu dengan perjuangan dan pengorbanan, serta dengan ucapan keluh dan harap yang ia tidak sadar telah didengar Tuhan sebagai doa. Ia lupa bahwa kesuksesan itu hanya sebuah titik puncak. Dimana ia pasti kembali turun atau tidak sengaja sesekali terperosok dalam kebawah jurang. Namanya manusia sejati. Pasti akan ia daki kembali titik-titik kesuksesan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Ketika kita sedang merasa tanpa beban, hidup indah dan tenang, kita sedang ”berjalan turun” dan saat kita bermalas-malasan maka kita sedang meluncur tanpa hambatan ke dasar jurang. Oleh sebab itu terus mendakilah sepertinya. Hidup seperti manusia sejati.

00:50-29052009-
By: ARYA/Fase

Setiap saya kesasar pasti saya temukan jalan baru

saya berlari sungguh tidak jauh.
bahkan keringat pun tak ayal muncul.
tapi saya lelah.
sangat lelah.
#butuh ruang dan waktu untuk sekedar mengambil nafas

don't have a man, but so the hell what!
(suddenly it occured that the sentence was the BAD idea!)
saya datang dengan persiapan kalimat-kalimat untuk disampaikan.
but as it does.
HILANG!
bahkan saya gak tau mesti ngomong apa di depan dia! *sigh
3 kalimat terakhir "maafin-jara-ya"
oh, what a DARN!Rata Penuh
saya masih tidak bisa menerima bahwa kamu berubah jadi semacam dangdut!
kamu pikir saya tidak tahu kamu akhir-akhir ini?!
saya kira saya datang, kamu bisa tersenyum.. ternyata saya dapatkan hedonis keegoisan dan kekesalan kamu! (dan memang saya pantas dapatkannya)
yang lebih sial lagi, saya dapakan gigitan anjing di rumah kamu itu!
(aaRRRRKKHHHH!! sungguh ingin teriak kencang tapi saya malu!) (gengsi lebih tepatnya)
lalu saya pergi terpincang-pincang (karna tidak berlari)
huh

and i wondered, what happened when it stop pretending? what happened to the relationship?
he couldn't love me anymore, because i weren't the I AM he said i were.
he was free to leave. YOU WERE FRAUD!
he sighed as if said that he understood things hadn't been easy for me, but he just gave me more and more pressure to just bring it with.
(i forced mysef not to look into my eyes where we each saw the well of sadness #iya gitu? haha)
(what the hell! you don't even look into me!!)
what kinda gurl i am?! he's the one who i let see all my sides, not just a pieces! he's the one who'd listen to my dreams with his eyes closed as if visualizing pictures of what i said! he was always like he could smell what i was thinking! i loves the way he talk as much as he listen to me! we're means the world for me.. and how great we are together!
O, GOSH! he doesn't even need A WORD!
(maybe sword for killing me softly!)
(dan sesungguhnya saya rela!)

i was busy trying to kill the illusion.
kamu. umi. aba. adik-adik saya. kuliah saya. obor. OH, CUKUP!
i can no longer breathe because i'm dying. i was tottaly smitten by.

i didn't want too see him. to be reminded of what had happened.
biarkan saya yang datang untuk kamu.
(jika kelak saya sanggup) (dan harus sanggup!)

dan lalu dijalan bertemu ibu yang sengaja cerita tentang anak lelalki kesayangannya yang baru aja meninggal karna kecelakaan motor.
dan dia sungguh tersengguk-sengguk.
(saya inget umi..)
sesungguhnya saya pergi bukan untuk dia.. tapi untuk kalian..

omegle.com
then i told to strangers.. all the things had happened..
he was Ken, 24yr, Pennsylvania
"Oh, dear. it's not that bad. it's just been so much drama. Listen, if it's any consolation at all, let me just tell you that you'll get through this. you have to back home now!"

that i'll get through this..
and back to home..
and face it..
(then he said that "we are" too much)
yes, we're to demanding, too in my face, too successful and too heardheaded!
but i'll get through this..

saya di rumah..
dan menemukan jalan baru itu..
semua tampak lebih baik (Alhamdulillah..)
sejenak saya menghirup ke-"RUMAH"-an kembali..
semoga semua akan baik sebaik-baiknya...

jika kelak saya amnesia, tolong kamu ingatkan saya akan :
Sandy Memanasty , kamu temani saya hingga pagi hari! kamu bahkan seperti merasa isakan saya, dan kamu dengar saya.
Rifky Satya Nurhakim , kamu? Ah, saya tidak punya kata untuk itu! saya rindukan jam6pagi saya oleh kamu!
Wisnu Tresna, kamu terus beri saya pesan "kuliah ga, jar?" haha.. dan terimakasih untuk pundaknya (yg lebih nyaman daripada sandy atau batu)..
Prastina Dwi Utami , Oh, Dear! No matter we know each other lately! tapi sungguh kamu terlalu perhatian untuk saya! sungguh saya suka kamu!
Adiezta Panjiesha Ardiwilaga , aahh.. sungguh gila saya untuk kamu dizztaaa... demi apapun itu kamu memang yang "paling"!
Dyah Apriastuti Heryati Putri , oh darl.. i'm sorry that it hurt you..
Ruth Pricilla DP , saya sayang kamu juga.. doa kamu bantu saya sangat..
Kerlinda Restu , Indah Euis Atikah , Rizki Muhamad Novianto , Intan Fresty , dan nama-nama lainnya ..
Choirul Coco Akbar Suwito , Ka vivi , Dandy Kurniawan Suwito , Fidi Nila yang ikut khawatir juga.. (hehe)
sungguh banyak terimakasih, fella..
terimakasih dan maafkan saya yaa..
terima kasih..
and i heart you..


By:Zara El Maulida/Fase

Percakapan radio antara kapal perang Kerajaan Malaysia dan otoritas Indonesia

Cuplikan percakapan radio antara kapal perang Kerajaan Malaysia dan otoritas Indonesia di perairan Ambalat pada suatu malam di bulan Mei 2009 dalam situasi cuaca yang sangat buruk dan berkabut.

INDONESIA : "Harap belokkan kapal Anda 15 derajat ke utara untuk menghindari benturan !"

MALAYSIA : "Lebih baik Anda yang membelok karna kami berada di wilayah perairan kami.."

INDONESIA : "Kami juga berada di wilayah kedaulatan kami, Anda yang harus membelok untuk menghindari tabrakan fatal !!"

MALAYSIA : "Saya Laksamana Muda Tengku Datuk Mahmod sofyan Komandan Gugus Timur Tentara Laut Diraja Malaysia .. Saya bilang belokkan kapal Anda!!!!sekarang! !!"

INDONESIA : "Negative!!! Saya katakan sekali lagi, belokkan kapal Anda!!! Untuk menghindari tabrakan yang konyol !!!"

MALAYSIA : "Ini adalah Kapal Destroyer Tentara Laut Diraja Malaysia , kapal kedua terbesar dari armada utama kami. Dilengkapi tiga destroyer missil, tiga rudal berhulu ledak nuklir,1 lusin canon dan 2 unit hellicopter tempur.Saya MINTA Anda belok 15 derajat ke selatan. Sekali lagi saya ulangi 15 derajat ke selatan, SEKARANG atau sebuah tindakan akan kami lakukan untuk mengamankan kapal !!!"

INDONESIA : "Dasar Edaan, ini mercusuar goblook!!!"


By:Ilham Gusman/Fase

Yummy....!

I've been here, dudE!

(nama tmp : available food, price, atmosphere, taste)
menurut lidah Zara El Maulida dan Tubagus Aryandi Gunawan..(Olala..!!)

kalo mau cari makanan di daerah bandung utara atas..
ada,
1. wale : Baso+Mie, ***, ****, ***
2. Rumah Kopi : All Kind Of Food + all bout KOPI, ****, ****, **** (minumannya WOKE punya)
3. Boemi Joglo : AKOF, ***, ****, **** (cobain liwetnyaaa)
4. Stone Cafe : AKOF, ****, *****, *****(Cordon bleu+avocado ang Tom n Jerry+peppermint tea.. HAhahhahahahaha)
5. Gampoeng Atjeh Dago atas : makanan khas Aceh lah tentunyaa, ****, ****, ****
6. New Callista : AKOF, ****, ****, ****
7. Kopi Ireng : AKOF tp g tralu lengkap yg unik mwa adonan(ky kue) pake kopi such as Sop buntut kopi (nah Lo?!), ****, ***** (Hot ChocolateNYA JAWARA di BANDUNG!)
8. VAlley : AKOF, *****, *****, ***** (BINTANG LIMA MWA!)
9. The view : AKOF, ****, ****, ****

Ciumbuleuit
10. Punclut : Sunda (Timbel), **, ****, gimana milih tempatnya (paling ujung enak banget sambelnyaaa!!!!).
11. Teko : makanan bULE yg ga kbayang sblumnya porsinya sebanyak apa!!!, ****, *****, **** (Tempatnya ASIK BANGET!!)
12. Ayam Sariwangi : Ayam2an, ***, tenda+lesehan di luar gitu, ****(anak kosan abiS!)

Cipaganti
13. Iga si jangKung : Iga bakar, ***, ***, ***** (PEDEuuussss)

Dago kebawah, Merdeka dan sekitar Bandung Tengah
14. Vandel : AKOF, ***, ***, ***
15. Bebek Van Java : Bebek+Ayam, ***,***,****
16. Bebek dpn Borommeus : Bebek+Ayam, ***, ***, ***** (bumbunya aseeekk)
17. Pujasera merdeka yang baru : AKOF, ***, ***, ***
18. Ayam merdeka : Ayam dkk, ***, ***, ****
19. MAMBO : AKOF, ***, ***, gimana milih makannya!
20. Tulang jambal : Asin jambal, ***, ***, **** (PEDEEESSS)
21. Rumah NeneK : AKOF, ****, *****, ***** (oke ama FAMz)
22. Road Cafe : Pasta dkk, ***, ***, ****
23. HDL : SeaFood, ****, ***, ****
24. Sate Jl Anggrek : ***, ***, ****
25. Suis Butcher : SteaK, mu harganya mahal jug SEBANDING ma rasanya
26. Bober : AKOF, ****, *****, ****
27. Double Steak : steak, ***, ****, ****
28. WS : steak, ***, ***, ***
29. Sate kambing Asia Afrika : ketebak kan?!, ****, ***, ****
30. Bubur Pelana : Bubur ENCER tapi eNAK, ***, ***, *****
31. Bubur dpn savoy homan : Bubur Enak tapi DIKIT BANGET dan MAHAL
32. c'mar : parasmanan, ***, ***, ****
33. Image steak : Europe, ****, ****, ***
34. Pujasera Lengkong : AKOF, ***, ***, gimana makanannya.. (cobain KELAPA BAKARnya ama batagor apuY)
35. Warung Pasta : Pasta, ****, ****, ****
36. Parit 9 : SeaFood, ****, ****, ****
37. Nasi Bakar Istiqamah : ketebak kan?!, ***, ***, ****
38. Nasi timbel Istiqamah : ketebak juga kan?!. ***, ***, ****
39. Ten to Ten : AKOF, ****, ***, ***
40. SeaFood PAsteur : ketebak lai, ***, ***, ****

Lembang (rata2 asiknya buat ama keluarga)
41. Rumah Stoberi : AKOF, ****, ****, **** (liwetnya asik bangeT)
42. Saung Baraya : AKOF, ****, ****, ***** (COBAIN Nasi Halilintarnya! BeuHH, naGiH!)
43. Kampung Daun : AKOF, *****, *****, ***** (heeeuuummm)
44. Sapu Lidi : AKOF, ****, *****, ***** (ayo makan di canoe ala sunda)


MOST RECOMMENDED PLACE TO VISIT dan coba makanananny tentu SAJA!!!

45. Buat yang mau candle lite dinner lo mesti coba RESTORAN BERPUTAR di hotel Panghegar!!! Wannnjriiiittttt... SO UNFORGETTABLE!! harga mendukung fasilitas dan rasa yang ada dooong.. worth it koo... makan malem (karna bukanya cuma malem hari doang) liat pmandangan sambil bputar2 liat bandung 360 derajaT!!! five stars service.. hhaaduuuuu... ga kapoookk deehh pokooonyaaa...

46. Siapa Suka BEBEK BETUTU mesti coba yang ini.. ada di TEMPAT TAROT, enaaaaaakkk.. minumannya juga asik banget! ga ada di tempat laiinn.. harganya murah! masa ada jus poligami??!!! hihiiihiii.. seru deh pokonya. bisa tarot pula lagi..( kalo yang suuukkaa )

47. RESEP MOYANG, makanannya AKOF harganya woke lah sebanding rasa dan tempatnya.. hampir mwa makanannya ENAK BGT! gw suka sop buntut bakarny ama remo pizza tungku.. AAAJiiiiPPPP!!!

48. Nah, sekarang.. apa yahh rasanya kalo BEBEK BETUTU pake SAMBEL BUAH?? huakakakaka.. kayanya cuma pibi yang makannya abis!!! ada ESKRIM GORENGny juga.. di daerah jalan sunda.. cobain deeeeee... biar bisa share rasanya apaaaa.. HAHAHHA

49. yang ini UNIK banget WAROENG REMBOELAN, makanannya sih dikit pilihan, cuma tempatnya ASIK BANGET! bisa main piano (kalo bisa.. hhE), Oke buat poto2!!, banyak majalah INTERNASIONAL alias import, Artistik bangeTT!! Lukisannya KEEREEENN!! anak muuuda bangeeeeTTTT!!!!!! suka deeehhh.. harganya juga standart laaaaa..

50. Sate Pa Gino, dari beberapa tempat sate buat nemenin pibi makan kambingnya ituuuu, kata jara lebih enak di sini.. sate ayamnya juga asiKK!!! apalagi jeruk murninyaa.. HAHAHAHAH ayam+jeruk.. jaRA banGET!! kambing+kopi.. piBi BAngeT!!

ada yang kelewat ga yaaa?? ntar deh, kalo kelewat menyusul.. kalo mau tau alamat tempat2 di atass,, bales ajah commentnyaa.. ahahahaha (biar laku pesbuknya.. wakakakaka) nanti jara kasi tauuu.. kalo punya tempat yg i never been there (O, Really?! haK) nanti kasi tau jugaaa.. biar ga bosen kalo jlan2. ga ketempat itu-itu lagi.. dan tempat makan fast food yg kadang uda mahal ga sehat lagii.. o, YA! i am a BAKSO loverssss.. nanti ada edisi husus tentang basooo.. tunggu ajjaahh..hahahaha
okaaaiiiyhh..
c u guuuyssss...
cheeeerrrrrssss....

By Zara El Maulida/Fase

Mutasi

Kala itu, aku berjalan disana. Ditempat yang aku tahu itu buruk saat ini. Berjalan seolah berada dijalan yang benar, tepat dan baik. Bagai menulis sejarah tanpa ada kata yang salah. Ada yang sadar, tapi tidak pernah menyadarkan. Dan siapa yang tahu bila aku melakukannya dengan penuh kesadaran? Bahkan dengan sedikit obsesi. Sadar melakukannya dengan perhitungan mantap ala logika, juga rapih dan indah ala estetika. Tapi tersadar jauh dari nilai etika. Elemen kunci yang terlupakan, atau mungkin tidak tahu? Entahlah. Yang jelas sudah terlambat. Terlambat sadar, lebih baik terlambat sadar daripada tidak pernah sadar tentunya.

Kini aku dicegat rasa sesal. Terpaku dan terdiam untuk sesal. Seharusnya aku... Ssssttt!!, sudahlah untuk apa terus menyesal?. Itu hanya akan membuang banyak waktu, waktu untuk mengingat kembali kesalahan, kesalahan yang selalu manusia jauhi, dan ternyata aku lebih banyak berbuat kebenaran yang samar, tidak kasat mata.

Kadang aku benci ketika guruku, pengalaman, datang menasehati. Kenapa dia harus datang ketika sebuah cerita berakhir sebagai kesimpulan? Berbicara berbelit-belit sehingga aku harus mencari sendiri hikmahnya. Pengalaman bukan guru yang terbaik. Bukankah diantara kita pasti selalu ada yang disakiti oleh pengalaman? Termasuk aku. Semua pasti punya pengalaman, pengalaman dengan benang-benang merah yang sama dengan kita. Belajarlah dari cerita mereka.

Aku belajar dengan melihat, mendengar, dan membaca. Kini banyak cerita yang kudapatkan. Sudah membentuk 1 buku. Hanya ada dua Bab didalamnya. Bab I Pengalaman Pribadi, isinya cerita panjang pengalaman pahit dan manis selama aku hidup hingga detik ini. Bab II Pengalaman Mereka, isinya tentu seputar cerita singkat dari mereka. Bab I tidak setebal Bab II, karena banyak cerita pribadiku yang telah ada rumusannya di Bab II. Aku juga lebih lama menulis Bab I dibandingkan Bab II, aku membutuhkan waktu yang panjang untuk menulis rangkaian sebuah cerita hidupku, walaupun berakhir hanya dengan satu kesimpulan. Bandingkan dengan kecepatanku menulis rumusan cerita mereka. Sangat singkat. Rumusan yang berisikan masalah dan solusinya. Bahkan lengkap dengan variabel situasi dan kondisinya. Dan buku itu ada di dalam otakku. Password-nya ”Menakjubkan”.

Tentu saja otakku berisikan sel-sel di dalamnya. Seluruh materi yang pernah masuk kedalam mulutkulah yang akan menjadi pembentuk sel-sel otakku. Tanpa terkecuali. Jika aku berhenti memakannya, sel-sel itu akan tetap membelah tanpa henti senada dengan nafasku. Jadi akan percuma jika aku perbaiki kini. Dan deretan panjang pengalaman manusia akan mengisi dan menghidupi seluruh bagian sel hingga yang terkecil sekalipun, gen. Inilah yang membedakan aku dan kamu.

Tidak akan pernah lepas dari pengalaman. Pengalaman akan tumbuh di lingkungan, lingkungan kita. Tanpa terasa lingkungan telah mendikte aku cukup panjang. Hingga suatu saat aku memiliki kekuatan, kekuatan mengendalikan diri yang cukup kuat, dengan gen yang kokoh. Inilah lalu yang ku sebut sebagai jati diri dimana seluruh prinsip hidup telah kurasa miliki.
Prinsip omong kosong. Semakin kuat ku genggam perinsip itu, semakin hancur dibuatnya. Lingkunganlah salah satu penyebabnya. Waktu dan lingkungan menjadi dua kata yang saling bergandengan mesra. Perlahan, bahkan kadang drastis melunturkan nilai-nilai yang telah kurasa baku. Apalagi kalu bukan karena materi penyusun gen itu telah berubah susunannya, seperti susunan puzzle yang salah. Mutasi.

Aku berubah. Saat aku merasa lebih nyaman dengan aku dan prinsip yang baru, melangkah percaya diri. Entah hingga kapan ini akan tetap baru. Karena di depanku kini, telah ada aku yang lebih baru menanti untuk di coba. Entah kapan dan dimana. Tunggu saja.
Menjadi suatu senyuman untuk lingkungan yang baru, karena aku telah menjadi apa yang aku lihat. Namun apa kata lingkunganku yang dulu? Aku telah bermutasi lebih buruk. Mengecewakan!. Atau sebaliknya? Biar sejenak ku pikirkan.

Berharap mutasiku berakhir dengan sebuah keunggulan, ternyata salah. Manusia akan terus bermutasi tanpa henti. Seperti mengemudi, aku harus tetap melihat jauh kedepan dan berhati-hati. Tidak lupa untuk melihat kebelakang sesekali. Terutama sebelum aku akan bermutasi ke kanan atau ke kiri, melihat dulu sejarah dan pengalamanku. Aku yakin akan selamat sampai tujuan, impianku.

By Tubagus Aryandi Gunawan/Fase

Badai

Awalnya tenang terasa begitu hangat dan damai. Tapi suatu ketika ada yang janggal, aneh, dan mencurigakan, yang masih di dalam hari yang dianggap tenang. Demikian pertanda itu bicara seolah menyapa senyuman ini. Semua pun tau bahwa cuaca hanya diatur oleh penciptanya. Tak bisa dielakan dan tak mampu dicegah.Begitu saja terjadi seolah waktu pun terdiam.Tak dapat dihilangkan dan tak bisa dihentikan.Tapi bermainlah pada dampaknya hingga sekecilnya.

Namun, manusia pun mampu menyelesaikannya dengan berbagai macam cara kreatif sehingga kini dekenal dengan istilah teknologi. Itu pun tak banyak manusia bumi yang dapat melakukannya, hanya benar-benar ketika mereka berbuat demi cinta dan berkata demi tuhan.
Tibalah kedatangannya, ia datang membawa segenap kegelapan bernama awan hitam. Perbedaan suhu di atmosfir seolah terjadi pula pada manusia. Seperti ingin mengendalikan diri, Hujan besar pun tiba mendinginkan. Dan.. kilat yang tak pernah sama bentuknya menancapkan panas ke permukaan bumi yang lembut dan disusul oleh teriakan keras menggemuruh sahut menyahut.

Hingga kilat tadi seolah mereda, seketika itu manusia sadar dan bersyukur, betapa nikmatnya kala hari cerah.Khawatir, takut, gelisahKecewa, kesal, marahTanpa kata bahagia.Ingin cepat keluar, itu jalan yang keliru Ingin cepat berakhir, itu pun dinilai melawan suratan.Dan hanya ada frustasi dengan kebingungan yang maha dahsyat.Manusia dalam pusaran badai. Kali ini ia hanya tenggelam dalam derita batin. Tidak ada yang lebih menduka dari dua peran utama ini, hanya dapat meluapkan energi dan energi yang kadang disebut manusiawi.

Saat manusia benar-benar yakin dia telah mampu melenyapkan badai itu untuk selamanya. Manusia tadi yakin badai telah lepas dari lahir dan batinnya. Namun tiada yang lebih menegerti badai dari Tuhan. Bahkan terkadang badai pun tak mengenali dirinya. Lalu mengapa manusia yang puas berpangku tangan dan tak berusaha lebih mengenal badai itu?. Percayalah, hanya manusia setelah Tuhan yang lebih menegerti badai itu. Kenalilah.

Hari yang cerah terbit dari awan yang tak biasa. Kini angin yang sejuk kembali mendamaikan sanubari terdalam. Ingin begini selamanya, namun itu bukan hidup yang nyata. Mimpi. Bahkan kadang cerita yang ada di mimpi bukan yang terbaik untuk manusia. Manusia harusnya sadar, manusia tengah berjalan diatas permukaan bumi dengan atap yang mengandung air dan api dan lantai yang mengandung air dan api. Kestabilan mereka ada waktunya.

Dan inilah waktunya. Badai tidak pernah datang sesekali untuk menakut-nakuti. Tapi ia punya ruang, musim. Benar kata manusia, tidak demikian dengan badai. Dengan kata lain benar itu relatif dan semua merasa yakin dengan kebenaran masing-masing.
Pecahlah kembali akar-akar langit itu dengan sejumlah energi yang tersisa. Terlihat lebih keras dan terasa lebih hebat. Ternyata manusia tadi tidak memanfaatkan waktunya kemarin saat cerah. Ia telah menjadi manusia yang mundur.

Hingga satu titik, badai tersebut kehabisan energi. Tanpa alasan yang diketahui pasti manusia, badai pun kembali mereda.Dikenalnya ternyata badai amarah itu berbentuk dan bernama banyak, lebih dari dua. Sebab-sebab dan akibat-akibat, kini dapat dibedakan, lebih jelas dan terangkum seluruhnya didalam otak manusia. Otak yang lebih sering digunakan untuk kebingungan darpada berfikir logis. Lalu manusia tadi mengambil tindakan ditengah perjalanan sebab menuju akibat, jauh sebelum akibat membingungkan manusia. Ia telah melangkahkan kaki kanannya selangkah.

Dan kini manusia itu benar-benar berhasil. Manusia tidak pernah merasa cukup puas dengan sebuah keberhasilan.Sehingga kini ia berfikir logis untuk mencegah dan menghalau sebab-sebab yang pasti akan datang menjemput badai kembali. Tidak akan pernah terus stabil. Dan kini ia telah melangkahkan kaki kirinya selangkah. Dan ia terus melanjutkan langkah agar ia menjadi berjalan. Dan masuk ketika manusia itu terjatuh pada saatnya. Badai pasti berlalu dan kembali.
Bangun, Berdiri, dan mulailah kembali melangkahkan kaki kanan selangkah, lalu melangkahkan kaki kiri selangkah, serta terus melanjutkan langkah agar dapa menjadi berjalan, dan terus hingga berlari, berlari mengejar jawaban waktu. Tidak diam.

By Tubagus Aryandi Gunawan/Fase