GarengApa masalahmu, menangis tersedu-sedu
Apa persoalan,merengek tersedan-sedan
Jangan takut, aku bukan polisi
Bukan maut, juga bukan polusi.
Petruk Begitu mulutnya dibuka, mendadak hilanglah duka
Permisi, mohon bertanya, kok mau menyapa saya?
Gareng aku sedih melihat orang susah.
Aku murka melihat orang marah.
Aku membantu orang kejepit,
kena urusan berbelit-belit.
PetrukPetruk Ikan dicita, ulampun tiba.
Janda dicinta sebab kaya raya.
Bapak mau menolong saya yang lagi bingung kena perkara?
Gareng Aku diturunkan ke bumi ini dengan suatu misi.
Membantu orang yang kena perkara,
baik yang perdata maupun pidana
Pilih mana, bagi saya sama saja.
Petruk Anu pak, ini urusan telor dan bebek.
Gareng Ah, telor dan bebek. Bukan telor dan ayam?
Di sini telor, di sana telor, sama-sama telor
Di sini bebek, di sana ayam, bagiku sama saja.
Petruk Ya, tapi saya melarat pak.
Gareng Ya, saya juga melarat,
karenanya harus bekerjasama yang erat.
Segala sesuatu dikerjakan dengan mufakat.
Misalnya saja tentang honorku,
biar bagaimanapun aku ini pokrol bambu
Kamu harus hargai profesiku.
Petruk Bapak harus sadari profesi saya,
yang tidak menghasilkan apa-apa.
Harta karun tidak ada,
yang ada cemeti dan celana.
Ambil saja cemeti, biar nanti saya cari lagi.
Jangan ambil celana, nanti saya celaka
Menambah lagi perkara, perkara pusaka dewata.
Gareng Ini bukan perkara cemeti atau celana
Tapi urusan telor dan bebek.
Jelas urusan telor dan bebek
Telor dan bebek,
tor-tor,
wek-wek.
Petruk Tor-tor,
wek-wek?
Maksudnya ha?
Gareng Ssst! Jangan keras-keras.
MEREKA SALING BERBISIK, KEMUDIAN TERTAWA TERBAHAK-BAHAK, RAHASIA DAN .... NAKAL
ADEGAN VII
Semar Sudah di pikir masak-masak?
Bagong Sudah. Malah hampir busuk.
Semar Kalau di pikir-pikir berapalah rugimu?
BagongIni bagi saya memang bukanlah persoalan untung rugi. Ini soal kepercayaan saya yang di lukai. Muka saya di ludahi. Sudah di tolong masih mencuri. Saya kurang baik apa? Masih saja orang bilang saya pelit, medit, bakhil.
Semar Penghisap, pemeras, penggencet, penyedot, pengepres.
Bagong Ya, semua yang tidak beres.
Semar Kalau dia mengakui, apa tindakan mu?
Bagong Dia harus bayar kerugianku.
Semar Kalau dia tidak dapat?
Bagong Apa boleh buat, pecat.
Semar Lantas apa nasibnya?
Bagong Ini urusannya, urusan pak lurah.
Semar Kalau ia tidak mengaku bersalah?
Bagong Pak lurah atur supaya ia menyerah. Nanti saya atur agar padi pak lurah bertambah.
Semar Saya sudah menjadi lurah sejak awal sejarah. Jangan omongamu membuat saya marah.
BagongMaaf pak lurah.
Maksud saya sama sekali tidak mempengaruhi.
Hanya si Entong anak bapak kemarin kepingin motor.
Semar Kalau dia kepingian, tentu dia ngomong sama saya.
Bagong Dia kemarin pesan motor apa saja.
Semar Mau tutup mulut tidak? Mau aku depak?
Bagong Maksud saya….
DATANG PETRUK DAN GARENGGarengMaaf pak lurah.
Selamat pagi, selamat ketemu lagi.
Apa kabar pak cukong? Masih suka membagong.
Bagong Pokrol busuk, awas. Jangan sembarangan ngomong.
Semar Perkara apa yang kita hadapi, hina menghina atau curi mencuri?
Bagong Maaf pak lurah. Dia yang mulai.
Semar Gareng, apa kau jadi pembela?
Gareng Betul. Pembela dan kuasa penuh.
Bagong Maksudnya, kalau kalah perkara saudara masuk penjara?
Gareng Saya kira, yang akan kalah itu saudara.
Semar Baik, kita mulai. Orang mau bicara hanya dengan seijin saya.
Bagong Setuju........!
Gareng Kalau maunya pak lurah begitu.
PetrukBb-bb
Semar Bagaimana kau petruk?
Bagong Penggugat, terdakwa, tertuduh, tersangka.
Semar Kalau mau bicara harus seijin saya!
Bagong Maaf, pak lurah. Bagaimana petruk?
Petruk(diam)
SemarJawab petruk.
Gareng Maaf pak lurah.
SemarPembela?
GarengBoleh saya bicara?
Semar Silahkan.
GarengSebelum saya minta maaf bagi klien dan pasien saya.
Klien, karena ia minta saya sebagai pembelanya dan kuasa usahanya.
Pasien, karena ia minta saya menjadi dokternya.
Keterangan dan penjelasannya; sewaktu ia datang kepada saya yaitu pada hari kamis legi yang lalu, tanggal 32 september 1999, getaran pada jam 10. 30 menit, 6 detik, 7 detik, 8 detik, 9 detik ricther. Udara 240 C, curah hujan 25 cm, naga di selatan, singa di utara, bintang venus berada di….
Bagong Pak lurah saya protes.
SemarKenapa?
Bagong Urusan apa itu si Venus? Sebentar lagi si Wati, si Inah, si anu…
SemarProtes di terima,
pembela….fakta yang langsung berhubungan dengan fenomena
dan sebaiknya yang berkaitan dengan perkara.
GarengWalau hak saya di kurangi…. tak apalah.
Saudara petruk ini datang pada saya, di kantor saya di kaki enam depan pasar, sebelah kiri toko sepeda, seblah kanan warung tegal, bersebrangan dengan pompa minyak goreng.
Menceritakan kepada saya musibah yang menimpa dirinya yang di sebabkan oleh telor, bebek dan bapak bagong.
Dengan suara dingin bergetar kedinginan.
Pak lurah ia datang berlari langsung sawah yang kehujanan lebat dingin sekali.
Mengamankan bebek-bebek dan telor-telor yang menjadi tanggungannya, mendadak banjir dari kali, kilat menyambar dari langit.
Dua bebek di bawa banjir….
Bagong Astaga, telornya?
Gareng Sepuluh butir disambar petir, hancur berantakan.
BagongTelor-telorku….
Semar Benar ini semua terjadi?
Petruk Ia…wek…wek…wek
Semar Jawab yang benar.
Petruk Wek…wek…wek…wek.
Semar Jangan main-main.
GarengWek…wek. Maaf pak lurah. Selesai dia menceritakan pengalamannya yang mengerikan itu, ia jatuh pingsan. Badannya mengigil, keringatnya mengalir, mukanya pucat, ia mengeluh. Wek…wek…waktu sadar, terlanjur suara yang bisa ia keluarkan hanya wek, selain wek tak ada wok…wok. Seperti pak lurah dengar tadi. Ia sedih sekali, saya ikut sedih dan berjanji padanya akan menyembuhkannya. Jadi kalau ia menjawab dengan wek…wek, maafkanlah ia.
Semar Bagaimana Petruk?
Petruk Wekwek….
BagongPak lurah, ini saya kira satu permainan yang licik, akal-akalan si pokrol bambu, pokrol tipu, pokrol….
GarengPak lurah, ini saya adukan cukong Bagong, karena telah menghina saya di depan umum. Pak lurah mendengar sendiri dari moncong Bagong….
Bagong Pak lurah, saya adukan pokrol itu menghina saya menyebut mulut saya dengan moncong….
SemarSaya catat, saya sudah catat.
Gareng menghina Bagong, Bagong menghina Gareng.
Skor, satu lawan satu.
Draw,
remis.
Sama kuat,
selesai.
Saya peringatkan,
jangan ada yang nyeleweng lagi.
Kita lagi membicarakan perkara Petruk dengan bebek dan telornya Bagong.
Gareng Saya tidak punya urusan dengan telornya bagong.
Bagong Telor saya jangan dibawa-bawa.
Gareng Memangnya kau taruh di rumah?
Semar Lama-lama hilang kesabaran saya.
Tekanan darah saya naik. Kita lagi membicarakan soal wek-wek.
Bagong Pak lurah, ini bukan perkara wekwek.
Gareng Tak ada kaitannya dengan wek-wek?
Mengapa Petruk sekarang hanya bisa bilang wek-wek? kenapa?
Karena ia ingat ada bebek yang dibawa air bah, karena ia cinta sama bebek asuhannya, karena ia merasa sepenuhnya bertanggung jawab atas keselamatan bebek yang berbunyi wek-wek itu.
Karena ia saban hari saban malam mendengar hanya suara wek-wek, hingga suara wek-wek menjadi obsesi, otaknya penuh suara Wek-wek, syarafnya diganggu oleh wek-wek, pita suaranya tersetem pada nada wek-wek.
Dia hanya akan bisa ber wek-wek sampai akhir hayatnya.
Bahkan kuburnya nanti akan berbunyi wek-wek.
Dan doa untuk arwahnya harus berbunyi wek-wek.
Dan kita sekarang harus membicarakan ini dengan bahasa wek-wek.
BagongSaya protes, tidak bisa.
Saya belum belajar bahasa wek-wek.
Kenapa harus berwek-wek, wok-wok. Wek-wek apa wok-wok.
SemarItu terlalu ekstrem,
kalau kita harus menyelesaikan perkara ini dengan bahasa wek-wek,
maka terpaksa perkara ini harus ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan.
Sampai kita semua telah mahir ber wek-wek.
PetrukWek…wek..wek.
Semar Apa maunya?
Gareng Kasihanilah saya. Saya tidak bersalah.
Bagong Bohong. Dia telah mencuri tiga belas telur dan tiga ekor bebek.
Petruk Wek..wekwek….
Gareng Tidak salah
BagongSalah
PetrukWek-wek
GarengTidak
BagongSalah
Semar Wekwek…
Gareng Ya wekwek…
Bagong Apa wek-wek?
Petruk Wek…wek…wek…
Semar Wek…wek.
Bagong Wek…wek.
Gareng Wek…wek.
Semar
Diam! wekwek. Sudah jadi bebek semuanya.
Petruk Wek…wek.
Gareng Kalau dulu ia tidak dipaksa harus hidup berhari-hari dengan bebek.
Dia jadi begitu
karena Bagong.
BagongDia datang kepada saya minta pekerjaan.
Yang lowong hanya ngangon bebek.
Dia terima pekerjaan itu, saya tidak paksa.
SemarApa keadaan yang harus dipersalahkan?
Bagong, berapa ekor yang dia harus jaga?
Dan berapa telor harus dia setor?
Bagong Bebek tiga puluh ekor.
Gareng Kelaminnya
Bagong Kelamin? Jangan hina saya ya, jelas saya laki-laki.
Gareng Saya tidak tanya kelaminmu. Kelamin bebek?
Bagong Tiga puluh ekor betina semua.
Semar Berapa telor yang harus dia setor?
Bagong Lima puluh butir seminggu, bebek menelor tiga hari sekali, seminggu dia menelor dua kali.
Tiga puluh bebek bertelor selama seminggu enam puluh, saya minta setoran lima puluh, yang sepuluh buat upah si Petruk.
Kan cukup. Sepuluh kali seribu kan sepuluh ribu seminggu?.
SemarSepuluh ribu seminggu, bisa hidupkah dengan uang itu?
Bisakah dia penuhi setoran itu?
BagongTidak pernah.
Mula-mula Cuma empat puluh, makin lama makin berkurang.
Petruk Wekwek…
Semar Apa maksudnya?
GarengTiga puluh ekor bebek, betina semua. Tidak ada jantannya.
Bagaimana bisa bertelor.
Pak lurah,Ini jelas contoh pemaksaan kemauan dan penghisapan
di luar batas kemanusiaan dan kebinatangan,
Bagong Nyatanya, mula-mula bebek itu bertelor.
GarengItu karena kau beli dan serahkan.
Mereka baru bergaul dengan bebek jantan. Kemudian….
Bagong Nyatanya dia masih bertelor.
Garengitu jasanya si Petruk.
SemarHei, kau boleh menipu kami, tapi tipuan ini tidak berlaku.
Masa Petruk ber...anu..anu.. dengan bebek?
BagongBiarkan saja, asal bebek yang bertelor.
GarengKenapa kau tidak gauli saja sendiri bebek-bebek itu?
Pak lurah, maksud saya tidak seperti yang pak lurah bayangkan.
Karena Petruk diam-diam pinjam bebek jantan dari tukang angon lainnya.
Dan membiarkan si jantan itu menggauli bebek betina
maka masih ada telor yang bisa dipungut.
Biar nafsu kebinatangan pejantan itu luar biasa,
tetapi ia tidak menggauli seluruh bebek betina itu.
SemarKalau begitu si Petruk berjasa besar.
Berjasa terhadap bebek betina itu dan berjasa terhadapmu Bagong.
Petruk Wekwekwek…
SemarApa katanya?
Gareng Dasar orang tidak tahu terima kasih.
PetrukWekwekwek
GarengTidak tahu menghargai jasa orang.
Semarbagaimana Bagong?
Bagong Ya… bebek yang dua dimana?
Gareng kan dibawa banjir.
BagongBukan itu, sebelumnya? Pasti dijual.
GarengMenurut Petruk, yang satu disambar alap-alap.
Yang lain dimakan anjing.
Bagong Bohong. Percuma punya bebek.
Hilang melulu, beri telor tidak.
Percuma punya tukang angon.
PetrukWekwek…
BagongApa lagi?
GarengTiap kali pinjam penjantan, dia harus bayar dua telor.
BagongPemeras
Gareng Siapa?
Bagong Itu yang pinjamkan pejantan.
Garengkau bisa bilang orang itu pemeras!? Lantas kau maunya pinjam gratis gitu?
SemarNah, perkaranya sudah jelas, Bagong nampaknya kau yang kalah.
Betul Petruk kurang dapat menepati janjinya tetapi itu karena keadaan yang kau ciptakan sendiri.
Kau tidak bisa memecat ia,
dan kalau kau mau bebekmu bertelor,
belilah barang tiga pejantan.
Dan kau mesti bayar dukun yang mengobati si Petruk.
Bagong Saya tidak mau mengatakan pak lurah berat sebelah.
Tapi…ongkos dukunnya berapa?
Gareng Seratus ribu rupiah
BAGONG MEMBAYAR DENGAN DUA LEMBAR LIMA PULUH RIBUANBagong Rugi-rugi…
(pergi)Semar Gareng, cari dukun yang baik, biar Petruk lekas sembuh.
GarengTentu saya akan usahakan.
Petruk Wekwek…
SemarYa, wekwek…
ADEGAN VIII
Gareng (tertawa)hahahaha…..
Petruk (tertawa)wekwekwekwek….
GarengNah kau selembar, aku selembar
Petruk Wekwek…
GarengNah, sekarang mana dua bebek yang dibawa banjir?
Petruk Wekwekwekwek….
GarengAyo, jangan main-main lagi. Sandiwaranya sudah selesai
Petruk (menunjukan tenggorokannya) wekwek….
Gareng Janjimu bagaimana? Mana imbalanku?
Petruk (menunjuk uang di tangan Gareng) wekwek…
(pergi)Gareng
Wah si Petruk bodoh tapi lihay, lihay tapi bodoh.
Aku pokrol bambu kena tipu.
ADEGAN IX
SemarSaya jadi lurah sejak awal sejarah…
Petrukpak lurah, aku mengaku salah.
SemarSaya jadi lurah sejak awal sejarah.
Mana ada Bebek yang dibawa banjir dan telor yang disambar petir.
Petruk(tertunduk)Maaf,pak Lurah.
SemarTruk dimana bebek dan telor-telor itu?
Petruk(Menangis)
Saya lapaar.....