Pagi Yang Gelap

Lebih tua dari ku
Harap sabar menunggu
Kepulangan mu ku tunggu
Bukan maksud ku mendiam
Tiada niat menyimpan dendam
Hakikatnya rindu yang mendalam
Jalan inikan membantu
Hari esok siapa yg tahu
Kata ibu dengar sahaja
Cerita hanya kita berdua

Chorus:
Pagi yg gelap kini sudah terang
Aku adik mu dan engkau abang
Ku amat merindui kan mu
Pagi yg gelap kini sudah terang
Aku adik mu dan engkau abang
Ingin ku ulang kemasa dulu


Tak akan putus hubungan kita
Tarik nafas lega kerna aku tak apa apa
Jalan inikan membantu
Hari esok siapa yg tahu
Kata ibu dengar sahaja
Cerita hanya kita berdua


By:Hang Dimas/Hujan Band/Transisi

Cerita,part 2

jujur, aku seorang yang sangat suka bermain. permainan apapun, dimana pun. bukannya ingin menyombongkan diri, aku memang dikenal sebagai si kecil yang rendah hati dan baik budi. aku bisa fit diamana pun aku berada. permainan apapun yang "in" di dunia anak2, aku bisa dengan cepat menguasainya.

sebut saja satu tempat yang pernah aku dan keluargaku tinggali selama kurang lebih 1 bulan di wilayah timur pulau jawa. sebuah rumah sederhana yang terletak tepat di samping rel kereta api yang biasa dilewati kereta tebu tepat pukul 7 setiap paginya.
walaupun aku kurang memngerti abhasa yang mereka gunakan, tapi naluri anak2 ku bisa menangkap maksud mereka denngan baik. dalam 1 kurun waktu 1 minggu, aku sudah bisa berhitung dalam bahasa mereka dan kami sudah saling mempelajari permainan dari masing-masing daerah. sungguh cepat sekali daya serap belajar seorang anak.

pernah juga selama 2 minggu aku tidak bermain bersama anak seusiaku karena selama rentang waktu tersebut, aku harus mengikuti kedua orang orangtuaku untuk tour jawa-bali. dari ujung kulon sampai k bali. aku bangga karena aku bisa bertahan selama itu tanpa ada teman sebaya.

aku bahkan mulai terbiasa bergaul dengan orang-orang yang usianya jauh di atas ku karena memang usia mereka yang sudah jauh di atas ku.
bukan aku jika tidak ada satu hal pun pelajaran yang bisa kuambil. contoh kasus:
aku mengakui usia ku yang masih dini saat itu. begitu pula orang-orang disekitarku. dengan demikian jelas di antara kami ada pengakuan satu sama lain jikalau aku adalah satu-satunya pihak yang paling kosong jadwal hariannya. walhasil
1. dapet oleh2 karena dah nemenin "senior" kencan alias jalan2.. (namanya juga jaman dulu, masih kagok klo jalan b2)
2. dapet upeti tiap abis nganterin nyari tipe-x buat mesin tik (dulu masih jamannya mesin tik BOW!)
3. perut kenyang abis nyobain masakan experimen yang rasanya g pernah gagal, cmn bentuk aja yang kurang pas,... hehehheehe
4. jangan tutup telinga ketika ada dua atu lebih orang dewasa sedang mongobrol, karena itu bisa kita jadikan studi banding kelak kita gedean dikit.
5. silaturahmi tuh sangat baik buat kesehatan jiwa dan raga. (jiwa karena ketemu, raga karena bergerak untuk bisa bertemu)
6. jangan pernah meremehkan anak kecil karena sedikit banyak mereka mengerti apa yang sedang terjadi.
7. bukan hanya orang dewasa saja yang pintar korupsi! (khusus point yg satu ini patut mendapat perhatian extra!!!)

dan masih banyak pelajaran yang bisa diambil seorang anak kecil yang biasa kita sebut dengan panggilan bocah!

WASPADALAH !!!!


By:Vitasari Annissa/Air

200 Titik iklan murah di Cirebon!!!


teman-teman dimana pun berada,siapa tau ada yang mau pasang iklan di Cirebon,gw punya perusahaannya nih...jenis iklannya neon box ya..ada 200 titik lho..gw kasih harga special lah..kasih tau ya ke temen2 yg lain,barangkali ada yg punya perusahaan di Cirebon..thanks!

By:Soni Sontani/Transisi

Cerita,part 3

sebetulnya, saat ini aku masih dalam proses membaca sebuah buku tentang cermin. lebih tepatnya tentang seorang anak yang sedang bercermin dan bertemu malaikat yang tidak jauh berbeda dengan dirinya ketika dia menatap cermin.

aku teringat sebuah kisah dimana aku, ketika masih kecil tentu saja, mendapati diri didepan cermin. kutatap wajahku pekat, kutelusuri mataku lekat, dalam sekejap aku segera menutup kedua mataku dan memalingkan wajahku dari cermin. aku tidak mengerti kenapa. tapi aku hanya bisa merasakan sebuah rasa ketakutan yang teramat menyaksikan sebuah ruang gelap yang tak terhingga dalamnya dan hampir saja aku tersedot ke dalamnya.

kualihkan perhatianku dari cermin kepada sebuah buku tulis yang berisikan kertas garis dua yang masih belum ditulisi. terinspirasilah aku untuk menuangkan ide-ide yang penuh menjejali kepala mungilku.

aku ingat sekali, sejak masih duduk di bagku taman kanak-kanak, aku sudah bisa membaca koran, walaupun untuk menghabiskan satu rubrik kolom saja rasanya sangan menguras habis tenagaku, tapi tetap kulakukan dengan intens. bahkan ketika aku menduduki bangku SD, kelas 1, aku sudah bisa membaca dengan tulisan yang posisinya 180 derajat berbeda dengan sudut pandangku.
sepertinya kedua hal tersebut semakin memunculkan minatku dalam bahasa indonesia. aku mulai menyenangi puisi dan senang membuat puisi sendiri. aku menulis puisi kapan saja dan dimana saja. di kertas pembungkus gorengan, tembok, dimana saja.

saat itu aku lupa dengan masalah cermin yang selalu membuatku merinding.

aku terlalu asyik dengan dunia baruku yang menurutku jauh lebih berwarna daripada sekedar sebuah ruang yang hitam pekat diselimuti hawa dingin menusuk yang membuat bulu kuduk siapapun merinding. aku mulai lupa.

aku mulai mengembangkan minatku pada hal-hal yang berbau sastra seperti lagu, buku cerita anak, bahkan sedikit banyak aku sudah memberanikan diri untuk membaca sebuah novel petualangan pendekar naga geni 212. diantaranya, minatku semakin besar terhadap dunia tarik suara karena sepotong kalimat yang diutarakan kakakku tentang nada dan irama sebuah lagu. aku lupa lagi persisnya seperti apa, tapi kurang lebih seperti berikut :"untuk bisa menynyikan sebuah lagu, kita harus bisa merasakan iramanya. jika bisa seperti itu maka tidak ada satu lagupun yang tidak bisa kita nyanyikan."

kubanting stirku dari penikmat sebuah karya sastra menjadi pencipta. aku mulai menulis begitu banyak lirik saat masih duduk di bangku kelas 4 SD. aku mulai menyanyikan banyak lagu untuk menginspirasikan rangkaian nada bagi deretan syair yang telah kutulis. begitu bangganya aku pada hasil ciptaanku. begitu bangganya aku hingga membuatku jatuh terpuruk atas hujatan mereka terhadap karya-karya terbaikku.

marah?? tentu saja aku marah. aku lampiaskan semua kemarahanku melalui suaraku! tak perduli orang berkata apa akan suaraku, tapi suaraku bisa melepaskan endorfin diri. aku bahagia.

Sekali lagi kutatap cermin. aku lupa betapa mengerikannya sebuah jurang tak bertepi yang selalu menghiasi bola mataku di cermin.


By:Vitasari Annisa/Air

Setiap saya kesasar pasti saya temukan jalan baru

saya berlari sungguh tidak jauh.
bahkan keringat pun tak ayal muncul.
tapi saya lelah.
sangat lelah.
#butuh ruang dan waktu untuk sekedar mengambil nafas

don't have a man, but so the hell what!
(suddenly it occured that the sentence was the BAD idea!)
saya datang dengan persiapan kalimat-kalimat untuk disampaikan.
but as it does.
HILANG!
bahkan saya gak tau mesti ngomong apa di depan dia! *sigh
3 kalimat terakhir "maafin-jara-ya"
oh, what a DARN!Rata Penuh
saya masih tidak bisa menerima bahwa kamu berubah jadi semacam dangdut!
kamu pikir saya tidak tahu kamu akhir-akhir ini?!
saya kira saya datang, kamu bisa tersenyum.. ternyata saya dapatkan hedonis keegoisan dan kekesalan kamu! (dan memang saya pantas dapatkannya)
yang lebih sial lagi, saya dapakan gigitan anjing di rumah kamu itu!
(aaRRRRKKHHHH!! sungguh ingin teriak kencang tapi saya malu!) (gengsi lebih tepatnya)
lalu saya pergi terpincang-pincang (karna tidak berlari)
huh

and i wondered, what happened when it stop pretending? what happened to the relationship?
he couldn't love me anymore, because i weren't the I AM he said i were.
he was free to leave. YOU WERE FRAUD!
he sighed as if said that he understood things hadn't been easy for me, but he just gave me more and more pressure to just bring it with.
(i forced mysef not to look into my eyes where we each saw the well of sadness #iya gitu? haha)
(what the hell! you don't even look into me!!)
what kinda gurl i am?! he's the one who i let see all my sides, not just a pieces! he's the one who'd listen to my dreams with his eyes closed as if visualizing pictures of what i said! he was always like he could smell what i was thinking! i loves the way he talk as much as he listen to me! we're means the world for me.. and how great we are together!
O, GOSH! he doesn't even need A WORD!
(maybe sword for killing me softly!)
(dan sesungguhnya saya rela!)

i was busy trying to kill the illusion.
kamu. umi. aba. adik-adik saya. kuliah saya. obor. OH, CUKUP!
i can no longer breathe because i'm dying. i was tottaly smitten by.

i didn't want too see him. to be reminded of what had happened.
biarkan saya yang datang untuk kamu.
(jika kelak saya sanggup) (dan harus sanggup!)

dan lalu dijalan bertemu ibu yang sengaja cerita tentang anak lelalki kesayangannya yang baru aja meninggal karna kecelakaan motor.
dan dia sungguh tersengguk-sengguk.
(saya inget umi..)
sesungguhnya saya pergi bukan untuk dia.. tapi untuk kalian..

omegle.com
then i told to strangers.. all the things had happened..
he was Ken, 24yr, Pennsylvania
"Oh, dear. it's not that bad. it's just been so much drama. Listen, if it's any consolation at all, let me just tell you that you'll get through this. you have to back home now!"

that i'll get through this..
and back to home..
and face it..
(then he said that "we are" too much)
yes, we're to demanding, too in my face, too successful and too heardheaded!
but i'll get through this..

saya di rumah..
dan menemukan jalan baru itu..
semua tampak lebih baik (Alhamdulillah..)
sejenak saya menghirup ke-"RUMAH"-an kembali..
semoga semua akan baik sebaik-baiknya...

jika kelak saya amnesia, tolong kamu ingatkan saya akan :
Sandy Memanasty , kamu temani saya hingga pagi hari! kamu bahkan seperti merasa isakan saya, dan kamu dengar saya.
Rifky Satya Nurhakim , kamu? Ah, saya tidak punya kata untuk itu! saya rindukan jam6pagi saya oleh kamu!
Wisnu Tresna, kamu terus beri saya pesan "kuliah ga, jar?" haha.. dan terimakasih untuk pundaknya (yg lebih nyaman daripada sandy atau batu)..
Prastina Dwi Utami , Oh, Dear! No matter we know each other lately! tapi sungguh kamu terlalu perhatian untuk saya! sungguh saya suka kamu!
Adiezta Panjiesha Ardiwilaga , aahh.. sungguh gila saya untuk kamu dizztaaa... demi apapun itu kamu memang yang "paling"!
Dyah Apriastuti Heryati Putri , oh darl.. i'm sorry that it hurt you..
Ruth Pricilla DP , saya sayang kamu juga.. doa kamu bantu saya sangat..
Kerlinda Restu , Indah Euis Atikah , Rizki Muhamad Novianto , Intan Fresty , dan nama-nama lainnya ..
Choirul Coco Akbar Suwito , Ka vivi , Dandy Kurniawan Suwito , Fidi Nila yang ikut khawatir juga.. (hehe)
sungguh banyak terimakasih, fella..
terimakasih dan maafkan saya yaa..
terima kasih..
and i heart you..


By:Zara El Maulida/Fase

NENG NURUL, SURYAKANTA MANG HAJI AMIN, JEUNG KIKIR HUNTU KELONGWEWE

Hiji mangsa, nyarita kuring ka Neng Nurul nu keur gogolehean di teras imah Mang Haji Amin. Harita panon poe geus dek miang diganti peuting nu caang, da rumasa ieu tanggal 14. Geus wancina bulan katempo pinuh di juru langit. Sok kuring nyarita. Kieu caritaan kuring teh.

“Neng, kumaha lamun akang jadi panon poe nu datang pa sosore kieu?”, ceuk kuring bari nyerengeh rada cunihin.

“Na terus kumaha kang?”, tembal Neng Nurul semu heran. Teu ngarti kana pimaksud kuring.

“Nya terus weh... akang jadi panon poe..”, tembal kuring bari ngaleos indit. Rada Ambek.

“Eh kang, eta gening panon poe teh meni endah kitu katinggalna. Asa kurang waas mun eta panon poe teh kudu jiga akang”, ceuk Neng Nurul nu nyieun kuring balik deui diuk gigireun manehna.

“Ehm...,nya kang... eta panon poe pasosore kieu.. meni endah pisan katinggalna teh..”, ceuk Neng Nurul tuluyna, nu harita teu disangka-sangka boga daging jadi luhureun ceulina. Atuh da karasa so teh manehna ngomong kitu bari nyarande kana taktak kuring. Pas pisan eta taktak nempel dina luhureun ceuli Neng Nurul.

“Neng, geuning taar enang teh asa karaos hareeng?”, ceuk kuring bari ngarampa tarang Neng Nurul nu aya tapak getih sesa jarawat nu kakoet kurampaan kuring.

Neng Nurul terus hudang. Manehna nyabok ka kuring, bari tuluy ngambek.

“Na ari sia teu nempo? Heh? Ari sia teu ngarasa dina tarang kuring aya jarawat? Heh?”, beungeut Neng Nurul katempo ambek pisan.

“Aduh punten neng... teu katinggal..”,ceuk kuring tutuluyan bari nyunyuuh kan lahunanna.

“ Ehm, haneut kieu lahunan Neng Nurul..”, ceuk kuring dina hate bari karasa yen hulu keur digebugan ku peureup Neng Nurul nu camperenik. Atuh eta rasa digebugan teh meni asa dipepende. Dug kuring sare.

#

Panon poe surup. Kuring sare dina lahunan Neng Nurul nu keur ngagebugan hulu.

“Neneng! Keur naon eta maneh mepende si Usep?”, ceuk Mang Haji Amin ka Neng Nurul bari mamawa suryakanta*. Duka keur naon eta mang haji mamawa suryakanta.

“Ieu Mang Haji... Kang Usepna nu pingsang dina lahunan abdi bati digebug mastakan. Dupi Mang haji nanaonan nyanyandak suryakanta kitu pasosore kieu? ”, ceuk Neng Nurul, da teu rumasa aya nu salah tea.

“Teu penting nanaonan kuring mamawa ieu suryakanta. Nu pasti kuring nempo maneh jeung si Usep keur paduduan bari teu ngeunah katempona tikajauhan. Untung aya ieu suryakanta. Jelas katempo tikajauhan ge, yen maneh keur mepende si Usep.Bari jeung ngusapan huluna sagala”, ceuk Haji Amin bari tuluy keneh nempo ka Neng Nurul.

“Astagfirullah Neneng, eta bisul bucat dina tarang meni gede kitu??! Gancang diubaran bisi inpeksi..”, ceuk Mang Haji bari tuluy nempo make suryakanta.

“Sanes bisul ieu mah da... Jarawat, mang haji...”

“Maenya jarawat kuat ka gede kitu???bisul eta mah...”, tembal mang haji bari angger eta suryakanta dipapake.

“Leres jarawat eta mah mang haji”, ceuk kuring nu ngarasa situasi geus teu genah deui. Pangpangna mah lahunan Neng Nurul geus karasa panas.

“Na geuning sia hudang Usep?! Keur nanahaon sia sasarean dina lahunan si Neneng??! Jeung naha sia bisa yakin eta dina tarang si Neneng teh jarawat lain bisul? Jawab Usep! Buru jawab!”, kitu ambekna Mang Haji Amin teh bari angger eta suryakanta dipapake.

“Naon sia ngajebengan ka aing Usep?!”

“Saha nu ngajebengan mang haji?? Da lambey abdi mah tos kieu ti kudratna...”, ceuk kuring bari tuluy hudang.

“Nya enggeus... Ayeuna maneh balik Neneng! Panon poe geus surup. Bisi diculik kelong wewe maneh. Maneh Usep, pangageroankeun eta tukang jeruk kadieu..”

“Mangga mang haji...”, ceuk Neng Nurul bari terus indit saengeus ngangsrodkeun erokna ka luhur

(naha ieu carita teh jadi semu jorang baraya? Hihi.. Keunlah,urang teraskeun... dugi kamana tadi nya? –AW)

Sok kuring ngomong ka mang haji Amin, “Mang Haji.. na dimana aya tukang jeruk?”

“Na ari sia teu nempo? Tuh, dipapanggul sakitu lobana dina tanggungan sayur???”, ceuk mang haji nu ambekna bijil deui.

“Baruk, eta mah leunca mang haji... sanes jeruk”, ceuk kuring bari kacida bingungna ku tetempoan Mang Haji Amin poe ieu.

“Maenya leunca gede kitu?? Mang! Eta jerukna sakilo!”, ceuk mang haji nu terus ngadeukeutan tukang sayur nu sarua bingungna dipenta jeruk ku Mang Haji Amin.

“Ieu den haji? Ieu mah leunca sanes jeruk... cobi atuh eta suryakantana disimpen heula...”, ceuk si emang sayur bari seuri.

“Oh enya... sugan uing teh jeruk.. pantes naha jeruk teh harejo kitu, sugan jeruk atah kitu”

“Eh, manawi teh mang haji nuju damang...”, ceuk kuring bari terus ngaleos nyusul Neng Nurul nu dirasa-rasa mah can jauh inditna.

#

Numatak tong loba dirasa-rasa. Neng Nurul geus teuing kamana. Kuring sosoranganan leumpang di pipir kamalir Ajengan Udin. Langit geus poek mongkleng. Bulan nu ditunggu-tunggu bakal nembongkeun awakna can wae datang. Meureun manehna keur nyumput tukangeun mega nu peuting ieu karasa leuwih hideung batan ilaharna.

“Naha rarasaan teh asa muringkak bulu punduk nya?”, ceuk kuring dina hate bari bulak-balik nempo ka tukang.

Ti kajauhan sora anjing babaung kadenge jentre pisan. Maklum da geuning geus peuting ieu teh. Jadi inget kuring, yen kudu ngaliwat ka kebon awi heula saacan nepi ka imah teh. Ceuk beja ti kolot baheula, eta kebon teh sesa pameuncitan jelema keur jaman PKI. Bulu punduk beuki muringkak.

“Si koplok teh! Beut kudu inget carita eta”, gerentes kuring dina hate.

Sora jangkrik silih tembalan. Asa aya nu niup tukangeun ceuli, singhoreng angin nu ngahiliwir ti tukangeun tangkal awi nu ngagupayan. Babaung anjing beuki kadenge jentre.

Kuring nyidik-nyidik naon eta nu ngagupayan, singhoreng lain awi tapi Neng Nurul nu keur leleson di kebon awi.

“Nanahaon eta awewe teh leleson di kebon awi peuting-peuting? sugan teh geus balik”, ceuk kuring dina hate.

“Neng! Nanaonan didinya... hayu urang mulang...”, kuring ngagorowok bari sok ngadeketan ka eta tangkal awi.

Singhoreng lain Neng Nurul nu ngagupayan. Tapi kelong wewe. Make baju bodas panjang. Buuk raweuy. Huntuna sihungan.

“Hag, siah... geus lila kuring teu ngadahar lalaki ngora jiga anjeun”, ceuk eta kelong wewe bari tuluy seuri ngabangingik. Kuduna mah ceurik nu ngabangingik teh. Keun, da manehna mah kelong wewe. Bebas.

Tapi kuring teu eleh geleng. Tuluy kuring ge ngarumbaykeun buuk nu tadi dibengkeut na jero krepus**.
“Na, sia sangka kuring sieun?! Sarua kuring oge! Geus lila teu dahar kelong wewe jiga sia”, ceuk kuring bari ngikir huntu ngarah aya sihungan. Sora jangkrik silih tembalan. Babaung anjing beuki jentre.


PCI2 C4 12| 00:29
By:Anggawedhaswhara
/Realita

*Suryakanta = Lup / Kaca Pembesar
**Krepus = Kopiah / Peci penutup kepala

Tak masuk akal!

bagaimana lagi..
cintaku tak bisa hilang
seberapa kali kau meradang
malah membawa nama tuhan dalam
amarah yang kau cecari aku..
hanya karena aku tak mempercayai alasan
dan beberapa pertemuan itu
seberapapun amarah segiri besarnya
hatiku selalu diliputi rasa itu..
rasa yang menjadi tidak masuk hukum
bagi kali tambah kurang..
bahkan saat kau bilang kata kata
ajaib dan mengherankan itu
yang sepertinya tidak pernah
terlintas sekejap sejenak apalagi semayam..
semuanya jadi tidak masuk akal..apa mau dikata
aku ngeri juga terhadap diriku
karena hati ini tak bisa lepas dari ingatan padamu
diam diam akalku pun menertawai
sejak kapan hati mampu ingat
tak masuk akal.. aku orangnya
karena hadirnya rasa itu

11 oktober 2009

By:Fahmi Farhan Akbar/Magis

Dahsyatnya Duduk Simpuh

Duduk Simpuh atau disebut duduk pembakaran atau duduk Iftirosh atau juga bisa disebut duduk sinden merupakan salah satu duduk yang sangat canggih, memiliki effect yang luar biasa dan manfaat yang mengagumkan untuk merawat kesehatan tubuh manusia dengan cara yang murah, mudah, tetapi efektif.

Jika kita lihat siapa sih yang mengamalkan duduk ini dan yang menjadikannya [...]


By:Febie Zauhari/Transisi

Menjauhi ketenangan

hai..
tapi aku pasti mengganggumu
tidak..aku sudah begini sedari dulu
apakah aku seberuntung itu
mungkin.. kita bisa layaknya sepasang
sebenarnya akupun menginginkan ini
oh tidak..dia meradang
akupun bisa meradang
oh tidak..dia bertaji..
akupun bisa memotongnya
jangan..dia berjampi
kuhadapi dengan doa
..tapi..kita hidup dalam impian
dan..dalam hatiku ada lainnya terhubung dari masa lalu
tak masalah aku memaafkan
juga..yang lain pula karena kesenanganku
tak mengapa itu sekedarnya rasa ingin tahu
kini.. dia mengancam akan menghancurkan
aku tak gentar karena keinginanku adalah batu karang
mengapa.. kau bersikukuh menghancurkan hidup yang telah kurajut
apa jawaban yang harus kuberikan
pergi..menjauhlah..kau dari ketenangan hidup
baiklah jika kau tidak nyaman denganku
...
maafkan aku karena kau jadi tak tenang..


bandung 11 oktober 2009


By:Fahmi Farhan Akbar