Jam karet

saya kira saya sudah bercerita ttg ini, tak apalah, saya ulangi saja cerita yg menarik ini.
sebagai orang indonesia yg hidup di jerman sering kali saya tersinggung kalau ada orang jerman yg "mejelek-jelekan kebiasan bangsa indonesia.misalnya kalau ada yg berkata bahwa kota-kota di indonesia
kebanyakan kotor, saya akan katakan, kalau saja petugas persampahan di indonesia digaji dengan layak, seperti tukang sampah disini, saya yakin di indonesiapun akan sebersih disini atau kalau ada yg berkata bahwa orang-orang indonesia tidak tepat janji, alias jam karet. saya akan berkata kalau memang budaya jam karet termasuk budaya indonesia ( emang ada budaya indonesia?, yg ada budaya sunda, jawa, minang..dll.dll), mana mungkin lapangan terbang yang ada di indonesia bisa berfungsi, kenyataannya..berfungsi koq.Dalam rangka bela-membela tanah air ini, saya tidak ada yg menyuruh apalagi mendapat gaji.saya sendiri tidak mengertimengapa saya merasa harus membela.

2 tahun yg lalu, kami mengadakan seminar dengan judul " 10 tahun reformasi di indonesia", untuk itu kami mengundang banyak " tokoh2 dari indonesia, orang-orang terkenal, celebrities...hua..ha..ha. acara ini kita selenggarakan dengan bekerja sama dengan yayasannya partai sosial demokrat disini. karena acara seperti ini termasuk acara yg lumayan besar,sudah selayaknyalah akan dibuka oleh " yang terhormat beliau, baginda" duta besar indonesia untuk jerman.ruangan seminar sudah penuh, para pembicara sudah menempati tempatnya masing-masing, sang moderator berkata, bahwa tepat pukul..(saya lupa) acara akan dibuka. sang beliau, yang terhormat duta besar, belum juga muncul.hadirin gelisah, pembawa acara grogi, saya ngedumel...45 menit kemudian, sang duta besar datang, langsung menduduki tempatnya yg telah disediakan, cengengesan, tidak minta maaf akan keterlambatannya..jam karet....saya malu karena sering membela, " orang indonesia tidak kenal jam karet".

dua minggu yang lalu kami melakukan aksi unjuk rasa di berlin ini, karena merasa khawatir dengan kedaan di indonesia, dimana aparat negara tidak bisa melindungi warganya yg termasuk golongan minoritas. katanya fihak kedutaan merasa keberatan dengan aksi yg kami lakukan, sehingga sehari sebelum acara ada beberapa teman yg diundang oleh petinggi keduataan. alasan ketidak setujuan mereka karena katanya " kami menjelek-jelekan negara ".


by : Asep Anwar Ruhyat (Abro) , Angkatan Anak-anakku

SANDIWARA



25 Maret 2001 - 25 Maret 2010....

Masih ingatkah kalian dengan The Spy Who Love Me di minggu sore itu setelah kita seharian penuh ber
'ucing-ucingan" ria.... mulai dari "wisata angkot" bawa nasi tumpeng...kejar-kejaran di jalan...
nongkrong di parkiran atas kings...dibawa muter2 bandung...
walopun akhirnya tetep, menang!!hehe...

Jalan Babakan Haji Tamim No.47 (thx yah wendy buat basecamp nya :D) menjadi saksi bisu untuk kita semua "mempertaruhkan" nama SANDIWARA..heehe...

hari Ini, Kamis 25 Maret 2010, SANDIWARA.... tidak terasa skr udh menginjak usia ke-9... :)
Banyak kenangan..Banyak kesan...Susah, Senang, Sedih, Tawa, Tangis..yang sudah kita lewati selama ini...

"S E L A M A T  U L A N G  T A H U N  SANDIWARA....."

Semoga bisa terus berkarya para ndiw nya...
Semoga kita bisa terus menjadi sebuah keluarga..
sebuah keluarga kecil bahagia di dalam keluarga besar Teater Ah"

sayang kalian....berpelukaaann..... cups :*
(hehehehe....)




By : Elsiana Inda Putri Maharani (Puput) , Angkatan Sandiwara

Untuk kalian yang pernah dan masih kuanggap sahabat



Sahabat..
Mungkin aku tak pernah menyapa mu
Mungkin aku tak pernah menanyakan kabar mu

Sahabat..
Mungkin aku memang tak ada untuk mu saat kau butuh bahu untuk bersandar
Mungkin aku tak pernah ada untukmu saat kau butuh pegangan ketika jiwa mu melambung

Sahabat..
Mungkin aku memang bukan sahabat yg baik yg pernah kaumiliki..

Namun percayakah engkau sahabat..
Aku merasakan sedih ketika kau jatuh, pahit dan terpuruk
Aku merasakan suka ketika kau bahagia
Aku tak pernah lupa tanggal ulang tahun mu
Aku tak pernah lupa nomor telepon rumah mu
Aku tak pernah lupa jalan yg dulu sering kulalui bersama mu
Aku tak pernah lupa tempat apa pun yang sempat kita singgahi
Aku bahkan tak pernah lupa untuk menyebut namamu ketika aku menguntai doa

Sahabat..
Aku selalu menganggap mu sahabat..meskipun kini mungkin engkau tak lagi begitu..

Sahabat..
Terimakasih karena pernah menjadikan ku bagian penting dalam hidup mu


 By : Rosalin 'ocha' Emiliana , Angkatan Realita

A Family Battle



Luka ini....

darah
perih
pedih
pelik
pekik
petik
lentik
memantik
sakit.. lalu aku terkekeh, hanya terkekeh..

29 Desember 2010


By : Fahmi Farhan / Angkatan Magis

Restless

I'm not a saint, I could never stop a rain.
My words are not wisdom and maybe i would never belong under the dome.
But allow me to love you even if it's a love of a sinner.
Let me comeback to you even if it's like the ocean comeback to shore.
Though my thread is thin please don't leave me behind.
Coz i have sinned and without you I will not be fine.

Bandung, 20 Juli 2010



By : Arum Sekarwangi Tunjungsari / Angkatan Skandal

Ibu

saat mengejan dan nyawa rasanya sudah di ujung tanduk.. lalu aku pun mengingat ibu.
saat kantuk sudah menyerang, dan dia masih belum juga mau tidur.. lalu aku pun mengingat ibu.
saat dia menjerit sejadi-jadinya dan menangis yang tak ku ketahui alasannya.. lalu aku pun mengingat ibu.
saat payudaraku sakiiiit sekali saat dia minum.. lalu aku pun mengingat ibu.
saat tangan kecilnya mencakar kulitku karena dia sedang belajar meraba apapun.. lalu aku mengingat ibu.
saat kaki kecilnya menendang ulu hatiku karena dia sedang meronta dari pelukanku.. lalu aku mengingat ibu.
saat baju pestaku ternodai muntah putihnya.. lalu aku mengingat ibu.
saat dari hidungnya keluar ingus dan nafasnya beraaaaatt sekali.. lalu aku mengingat ibu.
saat matanya sayu, diam tidak seperti biasa dan badannya panaaaass sekali.. lalu aku mengingat ibu.
saat tulangku remuuuuuukk.. ototku kakuuu.. karena memangku dia sepanjang hari.. lalu aku mengingat ibu.
saat aku sadar bahwa aku bukan lagi aku yang dulu.. lalu aku mengingat ibu.
saat semua rasa sakit.. pedih.. perih.. berlomba-lomba menggerogoti badanku.. lalu aku mengingat ibu.

sakitku baru segini. pedihku baru segini. perihku baru segini. bagaimana dengan ibu? :(

dan lalu dia terlelap. tidur dengan damai. sesekali tersenyum. sepertinya dia bermimpi indah sekaliii.. lalu aku pun mengingat ibu.


By : Manik Prajana , Angkatan Transisi


Bukan



dan kau pun kembali duduk di sampingku.
kita terdiam dalam nada yang sama.
senandung sayu berirama ragu
yang membuatmu merasa terpenjara karenanya.

andai dapat kupecah keheningan yang membuat waktu berhenti lebih lama dari biasanya.
yang kuharap hanyalah obrolan dan candaan sederhana.
yang biasa kita lontarkan saat menghabiskan waktu bersama.

sungguh ingin ku menyentuhnya.
namun raga tak kuasa berbicara saat tau adanya.
kelu bibir ini saat mengucap
"aku rindu.."

dan kaupun tersenyum.
tak ada balasan yang sama seperti biasanya.
hanya senyum sendu yang kutahu makna dibaliknya.

kutahu kau ingin waktu lebih cepat berlalu.
kutahu kau ingin aku lebih cepat menjauh.
dan kutahu ini tidak mudah bagimu.

dan kau pun kembali berdiri di hadapanku.
dengan ciuman di tanganmu ku melangkah.
dengan kecupan di keningku dan kau merasa kaku.

sungguh ini sudah tak sama.
bukan segelas teh panas yang menghangatkan badan dikala hujan.
bukan helm yang melindungi saat berkendara.
bukan pelukan yang membuatmu merasa tenang.
bukan dirinya yang membuat kau merasa ada

Angkatan Sandiwara

CATATAN PENDEK 15 Agustus 2010

Infotaintment  1
:Syahrini
Tidakkah kau sadari? bahwa sesungguhnya perselingkuhan Krisdayanti telah menjadi berkah melimpah untukmu. Berterimakasihlah padanya cantik.
15 Agustus 2010

Newsticker 1 : Pramuka
:SBY
Apakah Bapak berpikir kalo pramuka itu hampir serupa tabung gas, harus distandarisasi dan disertifikasi? Pramuka itu soaljiwa, bukan soal sertifikat dan standar kelayakan.  Soal pramuka biar Circle K, Indomaret, KFC,Mc Donald, dan telpon selular yang urus. Persis seperti Jambore Nasional di Kiara Payung tempo hari.
15 Agustus 2010

Infotaintment 2
:KD
Melihat konferensi pers mu di TV, aku malah jadi menduga-duga, kalo kamu lebih butuh bodyguard daripada seorang  suami dan anak-anak yang mencintaimu. Maaf.
15 Agustus 2010

Newsticker 2 : Kapolri lari
:SBY
Bapak tentu lebih paham apa yang sedangterjadi. Tapi buat saya ini cukup menyebalkan. Tak cuman Anggota Dewan yang terhormat mampu membolos kerja, ternyata Kapolri pun begitu. Kalo sudah begitu saya jadi ingat apa kata orang tua saya dahulu. Jadi keamanan teh kalahkah amankeuneun!
15 Agustus 2010

Newsticker 3 : Mesjid di Ground Zero USA
:Obama
Apakah kamu pikir dengan merestui pendiria mesjid disana bisa mengembalikan nyawa jutaan manusia di Afganistan dan Irak  yang negaramu invasi dengan dalih pemberantasan terorisme?. Jangan sembarangan, tuduhanmu itu telah menyebabkan seorang guru ngaji di negeri kami berurusan dengan kerangkeng penjara. Jika sudah begitu, apakah kamu bisa menghentikan apa yang kau sebut terorisme. Alilh-alih mengatasi kau malah sedang melahirkan teroris-teroris baru. Dan jika teroris-teroris yang kau maksud adalah orang-orang yang berjuang dijalan Tuhanny demi mencari kemerdekaan yang sebenarnya, maka aku deklarasikan keterorisanku hari ini. Sambil berdoa bahwa semesta dalam perut istriku kelak menjadi teroris juga.
15 Agustus 2010

By : Mochammad Anggawedhaswhara , Angkatan Realita

Sang Calon

Alhamdulillah..

Dongeng ini harusnya dari awal Januari tapi baru bisa daku dongengkan sekarang. Kira-kira gini ceritanya.

Awal Januari ini, ya sekitar tahun baru sebenarnya kami sudah menduga, hanya saja belum mau pergi memeriksakan diri. Menduga bukan sekedar menduga namun karena memang tanda-tanda itu sudah bermunculan. Dari mulai telatnya menstruasi, sensitivitas (emosi) Anis yang kadang menular juga ke daku (ah sebenernya sih kalau daku bawaan dari orok), bagian-bagian tubuh yang mulai membesar (ini juga alasan, lebih mungkin disebabkan kurang olahraga), kadang mual dan tanda-tanda lain yang mungkin tidak kami sadari. Namun kami tetap menduga-duga sambil bercanda tentang itu.

Kami mungkin masih gugup. Terbersit untuk membeli alat tes kehamilan, tapi apotik dan toko obat itu selalu tidak menarik kami untuk mampir. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk memeriksakan diri ketika keyakinan kami sudah bertambah kuat. Tanggal 13 Januari kami pergi ke RSIA Hermina Pasteur untuk bertemu dokter Anita (DR. Dr. Anita D. Anwar, SpOG. KFM). Sebelumnya kami pernah memeriksakan diri karena menstruasi yang tidak teratur ke dokter Ifa, namun daku merasa kurang sreg.

Bertemu dokter Anita nampaknya membuatku lebih nyaman. Beliau nampak sudah matang dengan pengalamannya. Pembawaan beliau yang tenang membuat kami ikut tenang walau beberapa temuan agak mengagetkan dan membuat kami khawatir. Dokter Anita sebetulnya memuji dalam pemeriksaan pertamanya. Pemeriksaan kehamilan saat sekarang langsung menggunakan UltraSonoGrafi alias USG. Sepertinya sudah tidak ada dokter yang memeriksa kehamilan dengan menekan-nekan perut.

Pujian itu terlontar dalam kata “Wah, hebat!”, kami berdua bingung. “Apanya yang hebat, dok?” Dokter membeberkan, “Kalian ke sini mau periksa kehamilan khan?” Ya, kami memang untuk pertama kalinya memeriksakan kehamilan ke dokter. “Alhamdulillah hamil, tapi ada kistanya..” Oh.. maksud dokter kami berdua memeriksakan diri untuk kehamilan, bukan untuk atau gara-gara ada sakit atau keluhan lain. “Biasanya janin kalah dengan kista, tapi yang ini hebat dia bisa tumbuh.” Hmmm.. begitu ya dok?

Tetap kami khawatir. Beliau menenangkan kami. “Kita lihat saja bulan depan yah!”

Kemarin kami memeriksakan diri untuk kedua kalinya. Eh.. Janinnya sudah terlihat.

Menunggu (kiri); USG (kanan)

Subhanallah..

“Ini matanya.. ini mulutnya.. ini tangannya.. ini tali pusar..” ucap dokter Anita sambil menggerak-gerakkan kursor di komputer USG itu. Sekarang dia sudah 5,47 cm panjang dari 1,77 cm waktu permeriksaan pertama.
Foto USG: Janin

Kami sebenarnya sudah mengatur waktu agar tidak terlalu lama menunggu dokter. Tapi tetap saja, kami harus menunggu satu jam lebih. Setiap periksa, daku merasa gugup. Maklum, belum berpengalaman.

Foto USG: Kista
Kami menanyakan beberapa hal yang kami rasa perlu. Kista yang bulan lalu berdiameter 5,5 cm sudah mengecil menjadi 3 cm dan kata dokter bulan ke-4 mungkin akan hilang. Perlakuan dalam mengkonsumsi makanan dan perlakuan terhadap sang calon ibu yang menjadi perhatian kami. Sudah jelas sang calon ibu tidak boleh mengkonsumsi obat-obatan kimia dan yang herbal pun jangan dulu deh. “Kalau ngopi, dok?” daku iseng bertanya. “Kurangi!” heuheuheu..

Terima kasih kakak-kakakku, adik-adikku, mBah , eNin, engKing, paman, bibi, pak’de, bu’de, pak’le, bu’le, teman-teman terbaikku dan semua atas doa kalian. Doakan terus ya agar calon bayi kami tumbuh dengan sehat, normal tanpa kurang sesuatu apapun. Eh.. tentunya doakan juga calon ibu dan calon bapaknya yaaa!!

Amiin, Jazakallah Khairan Katsiraan..


by : Zulphiandie,Angkatan Sang 

KINI, NANTI dan SELAMANYA

T'lah lama menunggu kedatangan dirimu terasa hampa.
kini semua terhapus sudah hampaku olehmu terasa bahagia.
Buatlah semua duka menjadi bahagia dan berjanjilah kekasih kau taakan hilangkan semua, hilangkan semua

Akhirnya kini dapat kurasakan, indahnya jalani semua cerita cinta kita berdua
Janganlah pernah ingkari janji kita tuk bersama
Karna 'kini, nanti dan slamanya' kau kan jadi milikku

Tlah lama menunggu kedatangan dirimu terasa hampa.
Kini semua terhapus sudah hampaku olehmu terasa bahagia
Tak pernah ku sangka akhirnya kita bersama menjaga cinta beri semua yang aku bisa, yang aku bisa

Akhirnya kini dapat kurasakan indahnya jalani semua cerita cinta kita berdua
Janganlah pernah ingkari janji kita tuk bersama
Karna 'kini, nanti dan slamanya' kau kan jadi milikku.

By : Farani Zelbiandhani Daberie, Angkatan Ekspresi

Untukmu teman

Sesungguhnya malam tak disebut tanpa siang
sejatinya cinta tak terasa tanpa benci
hidup..., selalu menawarkan dua sisi

..............

Arti rindu hanya menjadi saat jarak merintangi
Arti cinta hanya teruji saat kebersamaan tiada lagi
Arti teman hanya terbukti saat ia telah pergi

Perpisahan hanya ada
bagi hilangnya sua dan sapa
perpisahan hanya terjadi
ketika putus silaturahmi

Kita tidak terpisah, hanya terhalang jarak dan ruang
kita tidak sendiri, karena tetap disatu bumi

Terima kasih atas segala cinta,
kepercayaan dan kebersamaan
Meski waktu dan jarak mampu membunuh hubungan
Ia tak selalu bisa mematikan kenangan
Tetaplah terjaga, terjalin..,
meski menitip pada perantara angin


By:Nita Chobah/Lepas

Untukmu sahabatku..





Apa kamu baik-baik saja kawan? Tak lagi ku dengar kabarmu sejak terakhir kita berbincang melalui kiriman pesan-pesan hidup di layar laptopku. Kemarin beberapa kali kamu coba menghubungi aku, sayang sinyal telepon genggam kita ternyata sedang menyebalkan. Tak satu pun nomor kita yang bisa dihubungi. Akhirnya kamu menggutarakan maksudmu di pesan-pesan hidup itu. Kamu mengajak aku dan lelakiku untuk bertemu malam itu, menghabiskan waktu bersama.

Dari perbincangan kita sepertinya ada yang sedang mengusik hati dan pikiranmu. Terlebih setelah aku membaca status yang kamu pasang di salah satu jejaring sosial yang tak pernah sekali pun aku alpa untuk sekedar membukanya. Aku kemudian menyanggupi untuk bertemu malam itu. Kebetulan aku juga butuh mendinginkan otak dan hatiku, dan udara malam terkadang bisa sangat membantu.

Aku telah mempersiapkan semangkuk tawa untuk sekedar menghiburmu. Memang sering kali saat kita bertiga; kamu, aku dan lelakiku, berkumpul selalu saja aku yang dijadikan objek penderita. Kalian bertiga berkoalisi untuk mengerjaiku. Tapi tak mengapa. Aku sama sekali tidak keberatan. Terutama jika itu bisa membuat kalian bahagia. Tak ada rasa tersinggung atau marah, karena aku tahu itu semua hanya candaan dan mungkin itulah salah satu bentuk sayang kalian terhadapku. Dua lelaki, yang satu lelakiku dan satu sahabat baikku.

Tapi rencana hanya tinggal rencana. Semua tidak berjalan mulus malam itu. Lelakiku tidak datang. Dia tertidur karena sakit dan aku tidak tahu itu. Egoku mengatakan dia telah mengingkari janjinya dan aku kecewa. Kami terlibat sedikit salah paham dan aku hanya bisa menangis. Waktu terus berdetak. Aku teringat janjiku untuk menemanimu malam itu. Dalam isak tertahan aku mencoba menghubungimu lewat telfon. Sayang, tak ada jawaban. Akhirnya aku kirimkan beberapa pesan singkat ke ponselmu. Tak juga ada balasan.

Malam itu aku menangis sejadi-jadinya. Aku kecewa karena lelakiku mengingkari janjinya dan mengabaikan semua pesan singkat yang aku kirimkan. Aku kecewa karena tak bisa temani sahabatku saat ia sedang gundah. Aku khawatir kamu kembali melakukan hal bodoh. Malam itu, tak sedikitpun mataku bisa terpejam.

Keesokan harinya, aku merasa gagal. Aku tak bisa menyajikan secawan tawa untuk lelakiku dan semangkuk lainnya untukmu. Aku merasa sendiri dan aku mengkhawatirkanmu. Berkali aku mencoba menghubungi ponselmu dan berkali pula aku mendengar suara operator yang memberitahu nomer ponselmu sedang tidak aktif. Aku semakin khawatir.

Malam ini, semua kesalahpahaman dengan lelakiku sudah terselesaikan. Tapi kekhawatiranku padamu tetap tak berkurang. Maish saja kamu menghilang. Tak sekalipun aku melihatmu online di situs jejaring sosail yang aku kunjungi. Ponselmu pun masih tak bisa dihubungi.

Kawan, apa kamu baik-baik saja? Aku tidak bisa tahu apa yang tengah kau lalui saat ini. Aku tidak tahu apa yang mengusik hati dan pikiranmu saat ini. Tapi jangan khawatir, aku juga tidak akan memaksamu untuk bercerita. Aku hanya akan ada di sini. Aku akan ada di sini di saat kamu butuh telinga untuk mendengarkan semua keluh kesahmu. Aku akan ada di sini saat kamu butuh secangkir teh untuk temani sore harimu. Aku akan selalu ada di sini kapanpun kamu membutuhkan seorang sahabat.

Aku hanya ingin kamu tahu bahwa semua akan baik-baik saja. Tak ada masalah yang tak ada jalan keluarnya. Dan kamu tidak sendiri. Hidup tidak selalu indah, tapi jangan pernah menyerah kawan! Aku percaya kamu akan bisa melalui semua masalahmu dengan baik. Aku percaya kamu akan baik-baik saja.
^_^



By:Dini Nurdiyanti/Skandal

Bidadariku



Meski hanya sesaat kau hadir
sinarmu tetap memberi kami pancaran kasih,
meski setelah itu kau pergi
bayangmu tetap memberi kami arti.

Hidup memang hanya milikNya
dan bila IA mengambl kembali kehidupan itu,
semata-mata karena kasih sayang Nya.
Selamat jalan anakku...,
kau jauh lebih bahagia daripada kami,
karena engkau telah menjadi bidadari surga,
seperti yang IA telah janjikan..

Song-song kami bidadariku....,
semoga doamu mampu membawa kita,
untuk dapat bersua kembali.

Pekanbaru, 27 Agustus 2009


By:Nita Chobah/Lepas

Sunyi

kala sunyi itu datang..
engkau... aku.... terpisah.. luka..
masih tergores dikenang ramah dan kasihmu
masih tergores rasa tulus dan cintamu
lalu.. mengapa

kini..
tak kudengar lagi dendang sayangmu..
saat-saat rindu membekam tak lagi ramah padaku
jika jalan-jalan penuh simpang tak lagi
tahu pilihanku... hanya kerdip mata
betapa kuingin rebah disisimu



By:Nita Chobah/Lepas

where the fire goes?


pada awalnya sebuah gagasan terbentang

bahwa kehangatan api mampu:
membuat ruang jiwa menjadi hangat temaram,
mengubah tunas-tunas rasa menjadi cerita cita menyatu,
membakar ilalang hati dan membentuk persemayaman baru..

namun entah mengapa:
ruang jiwa selalu terancam oleh dinginnya malam,
tunas-tunas rasa itu tak selalu semuanya bersemi,
dan ilalang hati pun selalu datang tanpa ditabur..

seharusnya aku terus mencoba:
membuka jendela diri dalam komunikasi pada mentari,
menyirami rasa itu dengan kasih sayang embun pagi,
mendasari hati dengan perhatian dan sukacita..

lalu, kenapa api itu tetap pergi?
kemana perginya percikan api itu?

mungkinkah itu terjadi karena aku:
terlena menutup rapat dari hembusan angin malam..?
terlalu banyak titik embun hingga jenuh tergenang..?
membangun alas yang tak lebih kuat dari akar penggangu..?

apakah benar hanya aku?
tidakkah akan lebih kuat bila pilar dan genting menyatu kokoh?
tidakkah aku memilih menjaga keindahan taman untuk kesegaran engakau dan aku?
tidakkah keyakinan ini telah aku bangun bahkan sebelum sepotong batu pun ku letakkan?

mari.. sambut tanganku,
mari.. ciptakan kehangatan itu,
dari sentuhan tangan kita yang kosong..
dengan hati yang jernih..
dan pikiran yang ingin..



NB: ditulis sambil diiringi lagu Summertime - Janis Joplin



 By : Hendrik J Silitonga/Skandal

Harapan Bunda



Setiap pagi kuantar gadis kecilku sampai di pintu halaman, tanganku diciumnya begitu pula pipi kiri dan kanan ku sambil berpamitan untuk berangkat ke sekolah, kemudian di kayuhnya sepeda mini pink itu menjauh hingga hilang dari pandangan. Si sulung anakkku yang ganteng telah lebih dulu berangkat diantar oleh asisten rumahku.

Pintu halaman .. ibarat gerbang .. kuantar mereka sampai sampai ke gerbang cita-cita .. hanya sampai gerbang .. di luar gerbang, dunia milik mereka bukan milikku .. di luar gerbang mereka akan menggapai cita-cita.

Doa .. kasih sayang .. bimbingan .. yang bisa aku berikan untuk mereka .. demi menggapai cita-cita di luar gerbang sana .. dunia yang penuh cobaan .. dunia yang penuh persaingan.

Anak-anakku sayang .. bundamu hanya menginginkan kalian jadi orang yang sholeh, cerdas, pintar serta berguna bagi banyak orang .. Dimanapun kalian berada .. di dunia yang ada di luar gerbang ...
Doaku selalu menyertai kalian ...



Bandung, 21 Desember 2009 .. 16.26
Sehari sebelum peringatan Hari Ibu 



By:Novika 'Oki' Lubis/Malaria

Antara kata, nyata, dan ketidakpastian..

Untaian kata yang biasa ku rangkai tak lagi bisa mengalir. Sudah terlalu banyak kata yang terucap dalam nyata dan sebanyak itu pula senyum dan tangisku terurai. Semua kisah yang kita jalani dalam keanomalian, sedikit demi sedikit mengurai rasa. Entah apa maksud sang waktu pertemukan kita saat semuanya ada dalam ketidakpastian. Tak pernah ada yang pasti bahkan hingga saat 'dia' mengetuk bathinmu jauh sebelum aku mengetahui 'dia' ada.

Tak ada lagi rangkaian kata indah yang biasa kau tulis untukku. Entah via sms, inbox di e-mailku via akun mailmu yang kau pakai hanya untuk mengirim e-mail padaku atau dalam blog rahasiamu yang hanya segelintir orang yang tahu. Saat aku pertanyakan, kau hanya bilang' bukan tak lagi ada kata.. hanya ingin lebih memberimu nyata'. Nyata itu memang hadir.. terlebih setelah 'dia' mengusik sanubarimu, jauh sebelum aku tahu 'dia' ada. Nyata itu hadir walau masih dalam ketidakpastian yang sama.

Rangkaian kata itu seolah menguap seiring kebersamaan kita dalam nyata. Berkali aku mencoba mewakilkan apa yang ada di benak ini dengan mengutip lirik lagu yang belakangan sering sekali mendendang di otakku, aku kirimkan via e-mail dan entah mengapa aku merasa e-mail itu hanya berakhir di kotak 'trash' mu.Berkali kau bilang kau mencoba merangkai kembali kata-katamu, tapi akhirnya dengan satu tekan pada tombol delete di tuts keyboardmu, kata-kata itu kembali hilang tak berjejak. Kata sepertinya tak lagi bermakna dalam tulisan. Kini kata lebih berarti dalam ucapan.. dalam nyata walau dengan ketidakpastian.

Kau dan aku sama. Berusaha merangkai kata untuk menjadi nyata hingga terlahir sebuah kepastian. Tapi lagi-lagi keadaan mengaburkan semuanya. Tak lagi ada kata, hanya ada nyata dalam ketidakpastian.

Tapi di antara kata, nyata dan ketidakpastian yang telah terangkai dan hadir, aku berharap masih ada satu harap yang bisa tersulam. Semoga suatu saat kepastian itu ada menghias indah hari-hari yang akan kita jalani..

*bahkan di saat seperti ini pun rangkaian kata yang ku buat terasa janggal.. tak beraturan dan aneh..

*aku hilang bentuk*


By:Dini Nurdiyanti/Skandal

Pagi Yang Gelap


Lebih tua dari ku
Harap sabar menunggu
Kepulangan mu ku tunggu
Bukan maksud ku mendiam
Tiada niat menyimpan dendam
Hakikatnya rindu yang mendalam
Jalan inikan membantu
Hari esok siapa yg tahu
Kata ibu dengar sahaja
Cerita hanya kita berdua

Chorus:
Pagi yg gelap kini sudah terang
Aku adik mu dan engkau abang
Ku amat merindui kan mu
Pagi yg gelap kini sudah terang
Aku adik mu dan engkau abang
Ingin ku ulang kemasa dulu


Tak akan putus hubungan kita
Tarik nafas lega kerna aku tak apa apa
Jalan inikan membantu
Hari esok siapa yg tahu
Kata ibu dengar sahaja
Cerita hanya kita berdua


By:Hang Dimas (Hujan Band)/Transisi

Kotak Hati

This is a new phenomenon that happened in my life.

one day, i tried to put my baby to sleep and suddenly this song came to me. so i sang it to her. she slept within two mins. i've been trying it 3 times and never fail.
Last night when my wife not around, my baby woke up and cry. of course i panic cause i dont have any milk to feed her. this time i tried something else.. i sang her Sheila Madjid's "Legenda". and you know what? she kept crying. of course i change the repertoire to my secret weapon, kotak hati. this time took me two rounds, but it works anyway :)
so as far as my concern, this song beats Legenda.. hehehe

Now, whenever i listen to this song, i remember my baby yaya ;)

and noh.. i dont care what happen, we got to release this song! i'll put some live strings in it :D

for those of you who dont know kotak hati. its an unreleased Hujan's ballad. i wish i can embed the mp3 here. but you can find it all over the net. or buzz me then i send you the mp3

here's the lyric and music:


tak usah kau terangkan ku tahu
potret wajahmu di setiap penjuru
curahkan deritamu padaku
biarku rasa apa yang kau lalu

terang terang
bersama rasa sayang
ku biarkan kau terbang
terang terang
sudut kecil ku isi
tuk senyuman mu lagi

berbaring renung kita ke bulan
lagu yang ku tulis ku nyanyikan
lagu cinta tentang kita berdua
yang kan kita kenangi hingga tiba masa

terang terang
bersama rasa sayang
ku biarkan kau terbang
terang terang
sudut kecil ku isi
untuk senyuman mu lagi

mimpi mimpi
yang tak kembali
aku janji
janji takkan pergi


By:Hang Dimas(Hujan Band)/Transisi