Melody Friendly Project: Hey Hey (Ms. Friendly)



It’s the witching hour
here i’m frosted
alongside my might
adrift in a merriment

its like pausing the game
all silvery sensation
unsteady but easy
fly fly mermaid queen

hey hey
all of a sudden
i think i miss you

hey hey
an instant moment
i feel i feel you

sip the coffee
adore the trilogy
you say nothing
but a sweet thing

By:Meity Fitriani/Metamorphosis

Melody Friendly Project : Diversi



malam gradasi biru
menari tabuh irama
rotasi sayap mu
menghirup palsu nuansa

angan terpejam mata
berbisik lantunan suara
ooh sejuk tak bernada
seiring disini bersama

kupetik namun tiada mati
ilustrasi jalan lukisan hati
sensasi magis penuh inspirasi
menyanyi dua cahaya sesi

ooh hari ini lepas kendali
dan esok berlayar kembali
hey nona baik hati
aku pergi sampai nanti


By:Meity Fitriani/Metamorphosis

Melody Friendly Project : Mimpi Venesia



melodi lembut rahasia
tersiul angin apa kau dengarkan
embun hilang tidak terasa
kejutan manis penuh kenangan

ramai menyaksikan lari
menghilang dan seketika
di pesta menari nari
dibalik layar terukir indah

oh wahai kau sinaran
sembunyikan cerminan
senyum dan bernarasi
kurasakan bisa menjadi

orang paling bahagia (bahagia sedunia)
dalam mimpi venezia


By:Meity Fitriani/Metamorphosis

Melody Friendly Project : Memento


when hell freezes over
so stealthy and happy
when you take shelter
so complete and lovely

she plays masquerade
over and over hold sway
she grows devastate
what a sunny day

be merry
by now, im the parody

be happy
bye now, im off duty

dwelling through my mind / reversing time momentarily
picking fruits of thought ripened by a tree of memory
see, im strolling down a bumpy road of intuition
intensify my vision by opinions that were risen
and yes, as I indulge on this sweetest escape
my clock remains to tick / and my fate is at stake
im thinking, crossing that bridge was the biggest mistake
but observations are obscured by original fakes
and its been, a long road filled with blessedness and sorrow
no room for regrets, embrace a beautiful tomorrow
as I creep forward, I try to keep sober
intoxicated by dilemma bending mind’s corners
maybe / one day we will reunite by fate
as for / right now I need to go opposite ways
and when you / think of me let the melody flow
im leaving with a kiss, a smile, and this memento …

its been a ride, I gotta go follow my intuition
the sun is brighter on the other side of the horizon


Kukumpulkan perlahan, gambar demi gambar, kenangan demi kenangan, potongan demi potongan.. Tanda kehidupan yang hadir kemanapun mata menatap.. bukti hati yang telah terkoyak..

Laju kereta sore ini sedikit lebih lambat, kalah berpacu dengan gerakan awan, kalah berlomba dengan arus darah dan gemetar dada.

Bertemuku dengan diam, sepi yang menggelitik nurani, membangkitkan arwah-arwah kegelisahan..

Imaji cinta terpancar melalui lampu kota, dipantulkan air hitam sungai-sungai yang malang melintang di kota Amsterdam. Merah, Biru, Hijau.
Selesai semua sandiwara untuk sementara, berjalan bebas tanpa beban di angan. Melantun nada tanpa paksa.

Kuhujat diri, jiwa penuh kepura-puraan. Mengapa harus berpisah? Melenggang elok meninggalkan cerita, Sebuah kenangan untuknya yang jauh di dalam hati tetap kucinta. Mengesampingkan fakta ku tak pernah ada dalam lembar hidupnya. Pendaman rasa yang ada, nyatakah?

Bagiku iya.

Walau kaki masih tetap melangkah berbeda arah. Menelusuri langit yang beda, inilah awal cerita kita.. Kutiupkan pelukku yang terhangat, ciumku yang terdalam, melalui balkon panorama.. Sebuah kenangan hanya untuknya..

Yang tak pernah tau aku ada,

Yang tak pernah tau rasa itu ada..

By:Meity Fitriani/Metamorphosis

Hidup saya bukan tali mati

Lama terdiam saya lalu tertawa,
bodoh.. begitu rumitnya saya berpikir
sampai terlupa
bahwa kadang semuanya sederhana

tali yang melilit rumit berputar tersimpul mati
sangat mudah untuk diuraikan

terkadang Dia hanya ingin melihat kita mencari solusi
dan saya sudah berhasil
pun menyadari

tali yang sudah tersimpul mati sana sini
bisa dilepas dengan mudah
apabila usaha mengurai telah gagal
pilihan terakhir pun menjadi solusi

raih sebuah benda tajam,
saya memilih gunting atau pisau
lalu potong sekehendak hati
maka tali itu tidak lagi tersimpul mati

hidup adalah cara kita mencari solusi
apapun tali yang berputar membatasi ruang gerak
bisa dilepas tanpa terkecuali

tapi hati-hati..karena terkadang,
hasilnya...
tali itu menjadi hilang dan tak utuh lagi
jadi ingat, hati-hati
jangan sampai hidup kita yang diibaratkan sebagai tali


by:Meity Fitriani/Metamorphosis

Ironi

beberapa waktu lalu saya pernah menulis status seperti ini..

apakah kamu sudah cukup kuat mentalnya untuk berbisnis?? dengan segala hati dan perasaan di dalamnya? dengan deadlinenya? dengan segala hambatannya?? jangan tanya uangnya sih.. kita semua pasti selalu kuat mentalnya untuk menerima uang.

dan status ini mengundang seorang sahabat saya bertanya langsung ke hp saya. dia bilang kenapa saya nulis kaya gitu?? emang saya bisnis apa? dan lain-lainnya hingga kami pun berbincang lama sekali soal bisnis. dan terakhir dia memberikan masukan soal bisnis itu sendiri.

lalu saya terdiam. dan saya pun menjawab smsnya dengan kata-kata berikut ini..

'iya neng gw ngerti teorinya mah. ironis kok. baru aja gw ngasih masukan pada si A dan si Z soal yg lu bilangin td. dan malam itulah jg gw kena masalah ini. isn't it ironic?? seperti psikiater yang gila, dokter yang sakit, dan Ligwina Hananto yang punya utang*.hahahaha!'

*Ligwina Hananto adalah seorang financial advisor*

mungkin disitulah letak ketidaksempurnaan manusia. dan ketidaksempurnaannya itu kadang begitu ironis..

seperti..

psikiater yang gila..
penyiar yang pendiam..
dokter kecantikan yang jerawatan..
fashion police yang salah kostum..
CIA yang comel..
konsultan pernikahan yang bercerai..
aktifis anti narkoba yang tertangkap basah pesta shabu-shabu..
ahli matematika yang tidak bisa berhitung..
ustadz yang tidak bisa mengaji..
guru TK yang membenci anak-anak..
aktor yang tidak bisa berakting..
Rebecca Blomwood yang jadi financial advisor..
fitness trainer yang gembrot..
...
...
...

dan bukan tidak mungkin ironi yang terjadi itu ada dalam kehidupan sehari-hari. bukan hanya tidak mungkin tapi mungkin banyak!! ;)

hmm.. walopun saya adalah manusia yang tidak sempurna. tapi semoga saya adalah manusia yang berada di jalurnya dan menjalani kehidupan sesuai dengan porsinya. hidup bahagia, dan hidup membahagiakan. jika itu tercapai, setidaknya manusia tak sempuna itu pun mungkin akan merasa hidupnya sempurna.


By:Manik Wiratamidjaja/Transisi

Harga sebuah penghargaan

Menghargai yang tidak disukai adalah pengertian,
menghargai yang disayangi adalah perhatian,
pengertian dan perhatian adalah wujud menghargai,
baik suka maupun tidak!
Kata...
sikap...
tawa...
pikir....
adalah wujud penghargaan mu..
dan penghargaan menentukan nilai mu..
nilai mu menjadikan penghargaan ku..


By:Hendrik Silitonga/Skandal

Sejati

Kemarin, kini dan esok, manusia sejati berusaha ingin di akui oleh lingkungannya. Dari apa yang ia dapat, besar kecil, baik buruk, benar salah, berharga atau tidak, sengaja atau tanpa disadari, pasti ada yang ia berikan dan bagikan kepada keluarga dan sahabatnya. Tanpa disadari ia sedang mencari apresiasi atas dirinya. Mencari eksistensi tanpa batas pasti. Bayangkan ada berapa miliar manusia di bumi yang sama-sama mencari eksistensi. Saat itulah terjadilah benturan antar kepentingan masing-masing, disinilah mulai terjadi persaingan antar manusia. Di setiap sudut kehidupan pasti ada persaingan. Tak jarang persaingan tersebut bergesekan dan terjadilah konflik. Entah itu konfik batin atau bahkan konflik lahiriah.

Hingga diperoleh insan-insan manusia yang terpilih sebagai manusia yang lolos dari seleksi alam raya ini. Seleksi yang ia dan kita lewati saat ini. Inilah sebuah proses panjang sebuah capaian. Proses yang selalu diakhiri dengan ujian yang terasa sulit. Ujian bisa datang dari sang pencipta langsung seperti bencana misalnya atau bisa saja diwakili manusia lain dengan membuat masalah-masalah sehingga kita harus menyelesaikannya, dengan batasan waktu. Lagi-lagi ia lulus, tapi entah dengan manusia-manusia yang lainnya. Proses ini merupakan salah satu titik saja dari garis panjang rangkaian proses dalam hidup manusia. Rangkaian proses yang bertingkat-tingkat tanpa puncak.

Pastilah terasa berat untuk dilewati, apa lagi ujung perjalanan ini adalah kematian yang tidak ada jawabannya kapan. Berat, terjal, banyak air mata dan penuh keringat bahkan sempat terjatuh dan terluka untuk berjalan di atas garis perjalanan manusia. Bila dilihat dari jauh sebuah trek yang ia lewati, ternyata ia sedang menanjak. Menanjak menuju titik kesuksesan. Dan ia berhasil mencapainya, tentu dengan perjuangan dan pengorbanan, serta dengan ucapan keluh dan harap yang ia tidak sadar telah didengar Tuhan sebagai doa. Ia lupa bahwa kesuksesan itu hanya sebuah titik puncak. Dimana ia pasti kembali turun atau tidak sengaja sesekali terperosok dalam kebawah jurang. Namanya manusia sejati. Pasti akan ia daki kembali titik-titik kesuksesan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Ketika kita sedang merasa tanpa beban, hidup indah dan tenang, kita sedang ”berjalan turun” dan saat kita bermalas-malasan maka kita sedang meluncur tanpa hambatan ke dasar jurang. Oleh sebab itu terus mendakilah sepertinya. Hidup seperti manusia sejati.

00:50-29052009-
By: ARYA/Fase

Cerita,part 1

setiap orang memiliki hal yang menjadi paling favorite ketika bertemu orang lainnya.
ada satu temanku yang hampir setiap 5 menit sekali bertanya "ada upil" sambil memperlihatkan lubang hidung nya yang bersih.
ada pula temanku yang paling senang mendaratkan bibir basahnya dipipi sahabat-sahabatnya, yang kemudian diprotes oleh sahabatnya, walaupaun toh mereka pasrah juga.
ada pula temanku yang akan dengan senang hati melontarkan hujatan, sindiran tajam kepada orang yang baru ditemuinya dan tidak disukainya.
ada pula temanku yang paling bisa mengambil hati orang yang baru berkenalan dengannya 5 menit lalu seolah mereka sudah saling mengenal for years...
dan aku, aku paling senang menceritakan masa kecilku ketika aku mulai bisa mengingat.

aku adalah seorang gadis cilik yang baru mulai mengenal apa itu dunia. siapa mereka, siapa aku. sejak aku mulai bisa mengingat semua orang saling meng-iya-kan bahwa aku bukan anak dari kedua orang tuaku tempat aku biasa menghabiskan malam bersamanya di sebuah kasur ukuran 200x200 dan berakhir dengan bau pesing yang aku sebabkan sendiri di pagi hari.
bangun tidur, mandi, makan, main sampai mamah menjemputku untuk mandi sore. itulah kegiatan sehari-hariku yang penuh dengan kesibukan yang luar biasa. setiap amah mengajakakku untuk tidur siang, aku selalu menyelinap keluar rumah untuk bermain.
Dan aku selalu menyesal, begitu banyak permainan yang belum pernah aku mainkan! begitu banyak permainan jamanku dulu kini mulai tersingkirkan oleh olah raga jempol dan mata yang biasa dikenal dengan sebutan PS.

ingat sekali aku kunjungan wisata bersama kedua orangtuaku ke beberapa tempat wisata karena memang aku ingat, dan karena faktor lain yaitu FOTO.
sepertinya titel BANCI kamera sudah melekat pada diriku jauh sebelum aku bisa mulai mengingat. dan aku menyukainya.
aku juga ingat sekali, setiap kali papahku pulang, kami dan beberapa keluarga tetangga ikut berwisata. hingga pada suatu kali, mobil yang kami tumpangi mogok pas di TANJAKAN. satu hal yang mematrikan trauma pada diriku yang masih rapuh.
suatu kali, keluargaku hendak pergi berwisata dan aku lebih memilih untuk ikut bertamu dengan orang yang tetangga2 ku bilang "ibu" ku. kedua orang tuaku berusaha untuk membujukku dengan mengantarkan ibuku itu ke tempat tujuan supaya aku bersedia untuk ikut berwisata. tapi aku bukan seorang yang mudah dibujuk. aku adalah orang yang bertekad, dan aku sudah memutuskan dari sejak pertama bahwa aku tidak ingin ikut wisata. dan VOILA!


aku terduduk di sebuah ruang tamu yang tampak membosankan. tapi aku tidak bosan. aku tidak mengerti apa yang ibuku dan temannya bicarakan. tapi aku tidak bosan untuk mendengarkan.
sepulangnya, kami harus berjalan cukup jauh, karena orangtuaku tidak menjemput kami. tapi aku tidak bosan.

semua orang bercerita betapa serunya wisata mereka dan aku tetap tidak merasa bosan dengan kunjunganku bersama ibu.


By:Vitasari Annisa